Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Orok Ditemukan Tersangkut Penghalang Sampah di Sungai Pererenan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Warga di sekitar aliran Sungai Shortcut, Banjar Pengembungan, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, dikejutkan dengan penemuan orok di dalam sebuah tas pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 09.00 WITA.
Orok tersebut ditemukan di kawasan trash barrier atau penghalang sampah di aliran sungai. Penemuan bermula saat petugas Yayasan Sungai Watch melakukan kegiatan pembersihan di lokasi.
PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengatakan, dua petugas Yayasan Sungai Watch mulai membersihkan trash barrier sekitar pukul 08.00 WITA.
"Ada 2 orang anggota Yayasan Sungai Watch, I Made Dwi Bagiyasa dan Yulius Tani, sedang membersihkan trash barrier di aliran sungai," ungkapnya, pada Selasa 15 September 2026.
Saat melakukan pembersihan, kedua saksi memeriksa sejumlah barang dan tas yang ditemukan di dalam trash barrier untuk mengetahui isinya.
"Kedua saksi memeriksa sebuah tas belanja berwarna biru, dan mendapati benda yang diduga menyerupai janin atau orok," bebernya.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Perbekel Desa Pererenan dan diteruskan kepada Bhabinkamtibmas. Petugas Polsek Mengwi bersama Tim Identifikasi Polres Badung selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Dari pemeriksaan awal, orok tersebut diperkirakan berjenis kelamin laki-laki. Tali pusarnya juga masih ditemukan menempel pada tubuh.
“Hasil pemeriksaan diperkirakan orok berjenis kelamin laki-laki dan tali pusarnya masih menempel pada tubuh,” beber Aiptu Ayu Inastuti.
Orok ditemukan dalam kondisi dibungkus menggunakan tas belanja berwarna biru. Sementara kondisi tali pusar yang masih menempel menjadi salah satu temuan yang akan didalami melalui pemeriksaan medis.
Selanjutnya, orok dibawa ke RSUP Ngoerah, Denpasar, menggunakan kendaraan PMI Kabupaten Badung untuk menjalani visum et repertum.
Pemeriksaan medis dan forensik diperlukan untuk memastikan sejumlah fakta, termasuk usia kandungan, kondisi saat dilahirkan, penyebab serta waktu kematian.
“Masih diperlukan pemeriksaan medis atau forensik untuk memastikan usia kandungan, kondisi saat dilahirkan, penyebab dan waktu kematian,” kata Ayu.
Hingga kini, identitas ibu maupun pihak yang diduga membawa dan membuang orok tersebut belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul temuan tersebut.
"Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui asal-usul janin, termasuk kapan dan bagaimana janin tersebut bisa berada di dalam trash barrier Sungai Shortcut," imbuhnya.
Penyidik juga belum memastikan apakah orok tersebut lahir dalam kondisi hidup atau sudah meninggal. Hasil pemeriksaan medis dan forensik nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan arah penyelidikan.
Polisi masih memeriksa keterangan sejumlah saksi dan mencari kemungkinan adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi. Informasi dari masyarakat sekitar juga akan dihimpun untuk mengetahui pihak yang membawa orok tersebut ke kawasan sungai.
“Penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi, dan kemungkinan rekaman CCTV untuk mengungkap identitas pelakunya,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan