Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Pasca-Bom Bunuh Diri, Pol Air Pelototi Garis Pantai di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Polair Polres Karangasem meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas di kawasan pesisir pantai di Karangasem yang dianggap rawan dijadikan sebagai jalur tikus.
Kasat Pol Air Polres Karangasem, AKP. I Gusti Bagus Suteja dikonfirmasi, Kamis (8/12/2022) menerangkan, pasca-bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, pihaknya langsung meningkatkan pengawasan utamanya di kawasan pesisir yang dianggap rawan.
"Ya kita laksanakan KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) dalam rangka antisipasi pesisir sebagai jalur tikus," ujarnya.
Dalam proses pengawasan tersebut, hampir setiap hari utamanya pada waktu-waktu tertentu pihaknya turun menyambangi pesisir untuk melaksanakan pemantauan secara selektif prioritas.
"Yang kita anggap rawan biasanya pesisir yang kurang mendapat pengawasan, serta mudah di akses oleh Perahu atau jukung," imbuhnya.
Adapun sejumlah pesisir di Karangasem yang saat ini terus dilakukan pemantauan diantaranya pesisir Yeh Malet, Pantai Padangbai, Pesisir Labuan Amuk, pesisir Tanah Ampo, pesisir Buitan, Pesisir Mendira, Pantai Bugbug, Pantai Virgin, Pantai Jasri, Pantai Ujung, Pantai Yeh Kali, pantai Jemeluk, Pantai Amed dan Pesisir Tulamben.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4410 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1835 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1504 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 989 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 924 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun