Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 25 September 2026
Pasek : TWBI Sembahyang Ke Besakih, Itu Kejahatan Spiritual
Jumat, 26 Februari 2016,
06:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berbagai upaya PT. TWBI untuk memuluskan proyek reklamasi teluk benoa terus mendapatka perlawanan. Bahkan saat PT. TWBI dikatakan bersumpah di Pura Besakih beberapa waktu lalu mendapat cibiran dari senator asal Bali Gede Pasek Suardika.
Dia menilai apa yang dilakukan di Besakih itu bukan lagi sebuah penghinaan yang luar biasa kepada umat hindu melainkan sudah merupakan kejahatan spiritual.
“Ini bukan lagi penghinaan, melainkan sudah merupakan kejahatan sepiritual,” tegas GPS sapaan akrab Gede Pasek Suardika usai sebagai pembicara dalam seminar nasional Seminar Nasional, Pengutan 4 (Empat) Konsensus Dasar Bernegara, Pancasila UUD 1945 NKRI dan Bhineka Tunggal Ika "Pendidikan Berbasis Nusantara Untuk Menghadapi Kompetisi Global" Pancasila Goes to School” di Gedung Mario, Tabanan, Bali, Kamis, (25/02/2016).
Menurut GPS, yang dia tahu Direktur PT. TWBI bukanlah beragama hindu. Jadi tidak pantas berpakaian sembahyang kemudian masuk ke pura dan melakukan sumpah. Diapun menilai apa yang dilakukanya tersebut sebagai sebuah pelecehan dan tidak adanya penghormatan terhadap tempat suci Hindu yakni Pura Besakih.
“Janganlah karena perlu duit lalu berpakaian Hindu dan datang ke Pura Besakih dan mengklaim melakukan sumpah. Kalau melakukan sumpah lakukanlah sesuai dengan agama masing-masing sehingga tidak mencederai nilai-nilai pancasila,"ucapnya seperti dilansir suaradewata.com.
Seharusnya, kata Pasek, PT. TWBI menghaturkan Guru Piduka untuk meminta maaf karena telah mencoba mengusik kawasan Suci Teluk Benoa.
“Atau kalau ingin bersumpah, bersumpahlah bahwa tidak pernah memberikan sesuatu apapun, kepada siapapun yang terkait dengan proses perjuangan reklamasi tersebut, sehingga dana Rp 1 Triliun yang selama ini dibicarakan bisa diaudit kemana larinya,” tandasnya.
Soal reklamasi teluk Benoa, kata pasek dari sudut manapun sudah seharusnya ditolak oleh masyarakat Bali, karena desa adat disekitarnya sudah banyak menolak.
“Untuk apa dipaksakan, kalau ini dipaksakan berarti berarti bertentangan dengan visi Bali Mandara dimana rasa aman dan damai masyarakat terusik, saran saya sudahlah bisnis yang lain saja dicari biarkan masyarakat Bali tenang,” bebernya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8354 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5770 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3613 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2444 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026