Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Pecairan Dana Desa Tidak Jelas
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pencairan alokasi dana desa (ADD), belakangan diterpa isu tidak sedap, dalam pencairan dana desa tersebut, disinyalir ada broker yang bermain untuk mendapatkan jatah dari ADD tersebut.
Untuk memperlancar proses pencairan dana desa yang disediakan oleh pemkab Buleleng, pihak desa didampingi oleh pihak ketiga yang disebut-sebut sebagai fasilitator. Pihak ketiga ini bertugas memberikan arahan didalam penyusunan amprahan termasuk pertanggung jawaban dana desa tersebut.
"Pihak ketiga ini mendapat honor sampai jutaan rupiah. Namun belum jelas honor tersebut didapatkan dari mana."ungkap seorang sumber yang identitasnya tidak mau dibuka.Kepala Bagian Pemerintahan Setda Buleleng Cok Ganda Putra saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, mengaku tidak tahu menahu atas keberadaan pihak ketiga tersebut.
Menurut Cok Ganda Putra, "untuk proses pencairan alokasi dana desa tersebut, bupati sendiri telah menyediakan tim khusus dengan surat keputusan."tegasnya.Kepala Desa Nagasepeha I Made Sudiada mengungkapkan, untuk mengurus pencairan ADD, mengaku pihak ketiga yang disebut-sebut sebagai fasilitator tersebut memang ada.
Namun belakangan, fasilitator tersebut sangat jarang ke desa, kecuali ditelpon. "kalau kita perlukan kita langsung telpon,"ungkapnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5737 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2547 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan