Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Pekak Ditemukan Tewas Dekat Kandang Sapi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Warga Jalan Siulan Denpasar hari ini dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat pria tua. Mayat ini ditemukan di areal persawahan, di dekat kandang sapi.
Mayat pekak atau kakek-kakek ini ditemukan di daerah banjar (dusun) Taman Pohmanis, Desa Penatih Dauh Puri, Denpasar Timur.
Setelah melalui proses identifikasi, mayat ini diketahui bernama Ketut Saba (62). Korban sejak kemarin menghilang dari rumahnya dan sempat dicari keluarga dan warga desa.
Mayat Ketut Saba pertama kali ditemukan seorang warga bernama Wayan Sandat. Saat itu, Wayan bersama warga lainnya tengah melakukan usaha pencarian terhadap korban.
Saat ditemukan korban dalam posisi terlentang. Pada punggung korban ditemukan luka memar, sementara pada kepala bagian belakang mengeluarkan darah segar.
Selain itu, di atas tubuh korban juga ditemukan sebilah sabit. Sementara di saku baju korban ditemukan tembakau dan bubuk racun potasium.
Di kalangan warga, korban dikenal pendiam dan tidak pernah mempunyai masalah dengan warga lainnya. Korban yang berprofesi sebagai petani ini, juga tidak mempunyai masalah kesehatan kronis,jelas Kanit Reskrim Polsek Denpasar Timur, Iptu Agus.
Karena tidak ada ijin otopsi dari pihak keluarga, pihak kepolisian hanya melakukan visum luar. Hingga kini belum polisi belum menemukan penyebab pasti kematian pekak Saba, apakah karena dibunuh atau kecelakaan.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3353 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1035 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 796 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan