Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pekerja Kontrak Pelabuhan Ditemukan Tewas di Mess, Ditemukan Luka

Jumat, 2 Desember 2022, 14:17 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pekerja Kontrak Pelabuhan Ditemukan Tewas di Mess, Ditemukan Luka.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Haris Murfi (35 tahun), seorang pekerja kontrak di Pelabuhan Teluk Awang ditemukan meninggal di Mess PPI Pelabuhan Teluk Awang, Desa persiapan Awang, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Pelabuhan Teluk Awang berjarak sekitar 13 km dari Sirkuit Mandalika dengan jarak tempuh hanya 22 menit. Jasad korban asal Sukaraja I, Desa Sukaraja, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah itu ditemukan oleh Ahmad Fauzi, rekan kerja korban. 

"Saat itu saksi Ahmad Fauzi selesai melakukan pendataan terhadap para nelayan kecil di Dermaga Pelabuhan Awang dan kembali ke mess untuk mandi pada Senin 28 November 2022 sekitar pukul 06.00 WITA," kata Kapolsek Kawasan Mandalika, AKP I Made Dimas Widiantara SIK, Rabu (30/11).

Pada saat itu pintu mess dalam keadaan terkunci dari dalam, saksi mengintip lewat jendela dan melihat korban sedang tergeletak di lantai ruang tengah.

"Saksi memanggil warga sekitar dan menghubungi pihak Polsek Kawasan Mandalika," ungkap Kapolsek Made Dimas. 

Menerima informasi tersebut, anggota Polsek Kawasan Mandalika bersama Sat Polairud dan Babinpormar Posal Lanal Mataram segera menuju lokasi. Sampai di lokasi, karena pintu mess terkunci dari dalam kemudian dilakukan pendobrakan.

Setelah masuk, kemudian dilakukan pemeriksaan dan ditemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Tim Inafis Polres Lombok Tengah dihubungi, untuk dilakukan identifikasi dan olah TKP. Korban dibaw ke Puskesmas Awang untuk dilakukan ceker medis. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka lecet pada jari manis tangan kanan dengan ukuran lebih 1 mm sejumlah dua goresan.

Setelah dilakukan koordinasi dengan keluarga korban, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah.

"Korban pernah mengeluh kepada saksi terkait penyakit sesak nafas yang dideritanya," jelas AKP I Made Dimas.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami