Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Pelajar Tewas Tenggelam Saat Mandi di Sungai Yeh Panahan, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Seorang siswa berusia 13 tahun meninggal karena tenggelam saat mandi di Sungai Yeh Panahan di Banjar Pangkung Prabu, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan pada Kamis (2/1). Korban anak kedua dari pasangan Sutarman dan Ni Putu Juliasih ini tewas tenggelam diduga tak bisa berenang.
Peristiwa ini terjadi sekitar Pukul 13.00 WITA. Saat itu korban bersama dua rekannya Dani Aditya Ramadhani dan Muhamad Choirulzat usai sholat sambil menunggu jam masuk sekolah pukul 13.00 WITA bermaksud jalan-jalan di sekitaran Taman Makam Pahlawan (TMP) Pancaka Tirta.
Saat itu korban siswa kelas 7 ini mengajak dua rekannya mandi di sungai Yeh Panahan. Korban sempat mengatakan 'cuaca panas begini enaknya mandi di sungai'. Sempat dua rekan korban yang sesama siswa kelas 7 ini menyarankan bermain di sekitaran TMP saja.
Justru korban yang tinggal di sebuah BTN Banjar Senapahan Kaja, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kecamatan Kediri, Tabanan ini menolak dan berjalan menuju sungai dan diikuti dua rekannya.
Sampai di sungai sudah ada dilihat enam orang rekannya duduk di pinggir sungai Yeh Panahan yang biasanya digunakan krama Pangkung Prabu untuk nganyut (prosesi upacara ngaben).
Usai di sungai tanpa basa basi korban justru berlari langsung buka baju yang diletakkan di batu dan langsung melompat ke sungai.
"Pokoknya dia lari kayak tak menghiraukan apa-apa langsung nyemplung," ujar rekan korban, Dhani Aditya Ramadhani.
Saat korban tenggelam, tangan dan kepalanya sempat terlihat. Ketika itu, rekannya yang lain, Dwi Andika Wardani langsung menolong, tapi gagal karena kehabisan napas dan langsung ke pinggir.
Selain itu, Dhani dan dua rekannya yang lain, yakni Mandala serta Izad sempat menolong korban saat itu masih terlihat di bagian kepala.
"Saat Mandala nolong gak bisa, tangan Mandala serasa tertarik akhirnya gak berani langsung ke pinggir," ujar Dhani.
Dalam keadaan panik mereka sempat mencari ranting kayu bermaksud mengetahui posisi korban. Hanya saja korban tak ditemukan.
"Akhirnya kami lapor ke warga terdekat dan langsung dilaporkan ke guru," jelas Dhani.
Sementara itu Kapolsek Tabanan, Kompol Nyoman Sukanada mengatakan, kejadian persis sekitar pukul 13.00 WITA. Pencarian dilakukan melibatkan Basarnas Bali, warga, dan Pol Air Polres Tabanan.
"Sebelum melibatkan Basarnas, pihkanya berupaya melalukan pencarian manual. Karena lokasi agak dalam kurang lebih 5 meter akhirnya melibatkan Basarnas," ungkap Sukanada di lokasi kejadian.
Akhirnya setelah proses pencarian oleh Basarnas sekitar 20 menit korban ditemukan dalam keadaan meninggal. Korban ditemukan didasar sungai sekitar 10 meter ke arah barat daya dari lokasi tenggelam.
"Jenazah setelah ditemukan sesuai permintaan bapak kandungnya langsung disemayamkan di Masjid sebelum dilakukan upacara penguburan," tegasnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5485 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3474 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2307 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1110 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan