Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Pendopo Dekatkan Wastra dan UMKM dengan Gaya Hidup Modern
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wastra, kriya, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal kini semakin dekat dengan gaya hidup modern. Perpaduan nilai tradisi, kreativitas, dan desain kontemporer menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat tersebut dihadirkan Pendopo, merek usaha Kawan Lama Group di bawah naungan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, melalui pembaruan gerai Pendopo Living World Denpasar dengan konsep Omah Modern Minimalis.
Pembaruan ini sekaligus menandai perpindahan gerai Pendopo dari lantai LG ke lantai GF Living World Denpasar. Dengan penataan ruang yang diperbarui, gerai ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman sekaligus memberikan ruang bagi pengunjung untuk mengenal beragam produk lokal Indonesia.
Baca juga:
30 Model Peragakan Wastra Bali di Bangli
Konsep Omah Modern Minimalis terinspirasi dari makna omah atau rumah yang identik dengan kehangatan dan kedekatan. Konsep tersebut memadukan desain modern minimalis dengan elemen bernuansa lokal melalui pemilihan material, tekstur, dan sentuhan arsitektur sederhana.
Melalui pendekatan ini, wastra dan kriya Nusantara diharapkan tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat masa kini.
Ni Luh Putu Laura Sarassita, Head of Pendopo, menyampaikan bagi Pendopo, wastra, kriya, dan berbagai produk lokal bukan sekadar barang yang digunakan dalam keseharian, tetapi juga memiliki cerita, keterampilan, dan nilai budaya yang patut diapresiasi. Melalui konsep 'Omah Modern Minimalis'.
"Kami ingin menghadirkan suasana yang lebih hangat dan modern agar masyarakat dapat semakin dekat dengan karya-karya Indonesia. Kami percaya bahwa kekayaan tradisi dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari gaya hidup masa kini tanpa kehilangan identitasnya,” ungkapnya.
Gandeng Lebih dari 300 UMKM Lokal
Selama 15 tahun, Pendopo terus memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya lokal melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.
Hingga saat ini, Pendopo telah bekerja sama dengan lebih dari 300 UMKM dan menghadirkan lebih dari 12.000 produk pilihan yang mencerminkan kekayaan budaya serta kreativitas Nusantara.
Kemitraan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan produk lokal sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Seiring perubahan gaya hidup masyarakat, wastra dan kriya Nusantara juga diperkenalkan melalui beragam produk yang dapat digunakan dalam keseharian, mulai dari busana, aksesori, hingga dekorasi rumah.
Kurasi produk tersebut memperlihatkan bagaimana keterampilan tradisional dapat berpadu dengan kreativitas modern. Dengan demikian, produk lokal memiliki nilai budaya sekaligus dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan preferensi konsumen masa kini.
Denpasar Jadi Ruang Apresiasi Karya Nusantara
Sebagai kota yang memiliki kedekatan dengan seni, budaya, dan kreativitas, Denpasar dinilai menjadi lokasi yang relevan untuk mendekatkan masyarakat dengan beragam karya Nusantara.
Melalui kolaborasi dengan manajemen Living World Denpasar, pembaruan gerai Pendopo diharapkan dapat melengkapi pengalaman berbelanja pengunjung sekaligus memperluas ruang apresiasi terhadap produk lokal Indonesia.
Melalui semangat “Salam Ragam Satu Negeri”, Pendopo berkomitmen untuk terus tumbuh bersama para mitra UMKM dan menghadirkan karya lokal sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat modern, sekaligus menjaga agar kekayaan tradisi, kreativitas, dan keterampilan Indonesia terus dikenal serta diapresiasi lintas generasi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 737 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 559 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan