Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Pengawasan Aktivitas Rafting di Karangasem Belum Maksimal
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem mengakui proses pengawasan terhadap objek wisata khususnya rafting belum maksimal.
Kondisi itu di sebabkan karena minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki utamanya pada alur rafting sehingga pengawasan terhadap aktivitas wisata tidak bisa dilakukan secara maksimal.
"Kalau dari sisi pengawasan memang belum maksimal bisa dilakukan, dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang ada pada alur rafting. Petugas yang kami punya juga belum dapat melakukan fungsi pengawasan di sana," ujar Kadisbudpar Karangasem, I Wayan Astika dikonfirmasi baru-baru ini pasca-insiden yang menewaskan wisatawan saat berwisata rafting di sungai Telaga Waja, Rendang, Karangasem.
Atas lemahnya pengawasan, Astika berencana untuk membuat pos jaga pemantauan pada alur rafting. Selain itu pihaknya juga akan membuat SOP terkait alur sungai yang dimanfaatkan untuk wisata rafting.
Baca juga:
Bule Amerika Jatuh Rafting Belum Ditemukan
"Tentu kedepannya kami akan berbenah terhadap destinasi yang ada di sana. Oleh karenanya peran semua pihak dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan sangat penting untuk kita sinergikan," imbuhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4408 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1829 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1503 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 989 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 924 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun