Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Pengerjaan Proyek Pasar Amlapura Barat Senilai Rp.14,05 M Molor Terancam Sanksi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Kapolres Karangasem AKBP. Ni Nyoman Suwartini meninjau proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat, Kamis (12/12/2019).
Kedatangan Bupati Mas Sumatri tersebut untuk melihat sudah sejauh mana progres pembangunan proyek dengan anggaran Dana APBD Kabupaten Karangasem (Dana Insentif Daerah) senilai Rp. 14,05 Miliar tersebut.
Setelah sempat berkeliling dan melihat-lihat, proyek yang dilaksanakan oleh PT Adi Murti tersebut dinilai pengerjaannya sangat lambat. Mas Sumatri semakin dibuat kecewa dengan penjelasan rekanan yang dianggap berbelit-belit atas penyebab keterlamabatan tersebut.
Mas Sumatri berpendapat, ketika tender sudah dimenangkan oleh rekanan bersangkutan itu artinya rekanan sudah sanggup untuk menyelesaikan sesuai dengan batas waktu atau jadwal yang telah ditentukan sehingga tidak ada alasan lagi bagi rekanan untuk berdalih atas keterlambatan pengerjaan proyek tersebut.
“Ini harus selesai sesuai jadwal, jika tidak selesai ya tentu kami akan memberikan sanksi tegas bagi rekanan yang melaksanakan proyek ini,” kata Bupati Mas Sumatri.
Dengan nilai tender yang tidak sedikit, Bupati Mas Sumatri meminta konsultan pengawas agar benar-benar melakukan pengawasan proyek tersebut, bahkan ia juga meminta agar awak media ikut serta mengawasi kualitas proyek agar sesuai dengan rancangan.
Sementara itu, terkait dengan progres pembangunan proyek tersebut, pihak PT. Adi Murti sebut keterlambatan pengerjaan proyek diperkirakan mencapai 20 persen.
"Keterlambatan ini dikarenakan relokasi pedagang yang berlangsung sekitar 2 mingguan, sehingga menyita waktu untuk dimulainya pengerjaan proyek," ungkap Restu Adi deri Pihak PT. adi Murti.
Selain lambatnya relokasi pedagang, adanya penambahan volume galian dari diperkiraan awal hanya 300 meterkubik menjadi 1.500 meterkubik juga menjadi salah satu faktor keterlambatan progres proyek tersebut.
Meski demikian, dengan sisa waktu yang ada pihaknya mengaku akan tetap berupaya untuk menyelesaikan proyek tersebut, jika tidak terkejar pihaknya juga akan mengajukan penambahan waktu pengerjaan kepada Pemkab Karangasem.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1028 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 890 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 815 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 523 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 406 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun