Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Penggali Tanah Tewas Tertimbun Tanah

Petang

Rabu, 2 Juli 2008, 16:52 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Tanah longsor terjadi hari ini, Rabu (2/7) di lokasi jembatan Tukad Bangkung di Banjar Selantang Desa Belok Sidan Petang Badung. Satu orang penggali tanah, tewas setelah tertimbun tanah longsor. Sementara satu orang lagi hanya mengalami patah tulang pinggang.

Korban tewas dalam tanah longsor adalah Wayan Nyanged (40) tinggal di Banjar Selantang Petang. Sedangkan yang mengalami patah tulang pinggang yakni Ni Wayan Mogiani (35) tinggal di Banjar Selantang Petang.

“Saat ini, jasad Wayan Nyanged telah dibawa ke rumah duka dan Mogiani dibawa ke tukang pijat,” ujar saksi mata di lokasi kejadian.

Menurut informasi, ketika itu, I Wayan Nyanged, Ni Wayan Mogiani dan I Wayan Dana (40) serta Kaplek sedang menggali tanah.

Posisi keempat buruh gali tanah itu di bawah jembatan, tepatnya di sebelah timur jembatan Tukad Bangkung. Sedianya mereka menggali tanah untuk diangkut ke dalam truk.

Akan tetapi, sekitar pukul 13.45 Wita, terdengar suara gemuruh keras dari atas jembatan, tempat mereka menggali tanah. Para korban panik, namun tidak sempat melarikan diri. Tubuh mereka pun langsung tertimbun tanah.

“Ketinggian dari atas sekitar 10 meter dari tempat buruh menggali tanah,” ucap sumber.

Beruntung, dalam bencana alam itu, Kaplek dan I Wayan Dana, selamat. Meski keduanya mengalami lecet akibat terkena bebatuan kecil.

Tragis menimpa Wayan Nyanget dan Ni Wayan Mogiani, keduanya tertimbun tanah. Melihat kejadian itu, warga cepat menolong.

Evakuasi korban yang tertimbun tanah, berjalan hampir satu jam lebih. Evakuasi berjalan lamban karena warga menggunakan alat seadanya.

Aparat kepolisian dari Polres Badung dan Polsek Petang ikut membantu evakuasi para korban. Disela-sela evakuasi, terlihat Kapolres Badung AKBP Ahmad Subarkah.

Tak lama, warga pun berhasil menyelamatkan Mogiani. Naas, nyawa Wayan Nyanget tidak berhasil diselamatkan dari timbunan tanah. (Spy)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami