Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 8 Mei 2026
Penggali Tanah Tewas Tertimbun Tanah
Petang
Rabu, 2 Juli 2008,
16:52 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Tanah longsor terjadi hari ini, Rabu (2/7) di lokasi jembatan Tukad Bangkung di Banjar Selantang Desa Belok Sidan Petang Badung. Satu orang penggali tanah, tewas setelah tertimbun tanah longsor. Sementara satu orang lagi hanya mengalami patah tulang pinggang.
Korban tewas dalam tanah longsor adalah Wayan Nyanged (40) tinggal di Banjar Selantang Petang. Sedangkan yang mengalami patah tulang pinggang yakni Ni Wayan Mogiani (35) tinggal di Banjar Selantang Petang.
“Saat ini, jasad Wayan Nyanged telah dibawa ke rumah duka dan Mogiani dibawa ke tukang pijat,†ujar saksi mata di lokasi kejadian.
Menurut informasi, ketika itu, I Wayan Nyanged, Ni Wayan Mogiani dan I Wayan Dana (40) serta Kaplek sedang menggali tanah.
Posisi keempat buruh gali tanah itu di bawah jembatan, tepatnya di sebelah timur jembatan Tukad Bangkung. Sedianya mereka menggali tanah untuk diangkut ke dalam truk.
Akan tetapi, sekitar pukul 13.45 Wita, terdengar suara gemuruh keras dari atas jembatan, tempat mereka menggali tanah. Para korban panik, namun tidak sempat melarikan diri. Tubuh mereka pun langsung tertimbun tanah.
“Ketinggian dari atas sekitar 10 meter dari tempat buruh menggali tanah,†ucap sumber.
Beruntung, dalam bencana alam itu, Kaplek dan I Wayan Dana, selamat. Meski keduanya mengalami lecet akibat terkena bebatuan kecil.
Tragis menimpa Wayan Nyanget dan Ni Wayan Mogiani, keduanya tertimbun tanah. Melihat kejadian itu, warga cepat menolong.
Evakuasi korban yang tertimbun tanah, berjalan hampir satu jam lebih. Evakuasi berjalan lamban karena warga menggunakan alat seadanya.
Aparat kepolisian dari Polres Badung dan Polsek Petang ikut membantu evakuasi para korban. Disela-sela evakuasi, terlihat Kapolres Badung AKBP Ahmad Subarkah.
Tak lama, warga pun berhasil menyelamatkan Mogiani. Naas, nyawa Wayan Nyanget tidak berhasil diselamatkan dari timbunan tanah. (Spy)
Korban tewas dalam tanah longsor adalah Wayan Nyanged (40) tinggal di Banjar Selantang Petang. Sedangkan yang mengalami patah tulang pinggang yakni Ni Wayan Mogiani (35) tinggal di Banjar Selantang Petang.
“Saat ini, jasad Wayan Nyanged telah dibawa ke rumah duka dan Mogiani dibawa ke tukang pijat,†ujar saksi mata di lokasi kejadian.
Menurut informasi, ketika itu, I Wayan Nyanged, Ni Wayan Mogiani dan I Wayan Dana (40) serta Kaplek sedang menggali tanah.
Posisi keempat buruh gali tanah itu di bawah jembatan, tepatnya di sebelah timur jembatan Tukad Bangkung. Sedianya mereka menggali tanah untuk diangkut ke dalam truk.
Akan tetapi, sekitar pukul 13.45 Wita, terdengar suara gemuruh keras dari atas jembatan, tempat mereka menggali tanah. Para korban panik, namun tidak sempat melarikan diri. Tubuh mereka pun langsung tertimbun tanah.
“Ketinggian dari atas sekitar 10 meter dari tempat buruh menggali tanah,†ucap sumber.
Beruntung, dalam bencana alam itu, Kaplek dan I Wayan Dana, selamat. Meski keduanya mengalami lecet akibat terkena bebatuan kecil.
Tragis menimpa Wayan Nyanget dan Ni Wayan Mogiani, keduanya tertimbun tanah. Melihat kejadian itu, warga cepat menolong.
Evakuasi korban yang tertimbun tanah, berjalan hampir satu jam lebih. Evakuasi berjalan lamban karena warga menggunakan alat seadanya.
Aparat kepolisian dari Polres Badung dan Polsek Petang ikut membantu evakuasi para korban. Disela-sela evakuasi, terlihat Kapolres Badung AKBP Ahmad Subarkah.
Tak lama, warga pun berhasil menyelamatkan Mogiani. Naas, nyawa Wayan Nyanget tidak berhasil diselamatkan dari timbunan tanah. (Spy)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 732 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 667 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 488 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 470 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026