Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Penglipuran Village Festival ke-11 Resmi Dibuka
BERITABALI.COM, BANGLI.
Desa wisata Penglipuran merupakan salah satu Desa wisata unggulan Kabupaten Bangli yang sarat dengan keunikan budaya serta penerapan tata kelola Desa Adat yang berdasarkan agama Hindu dan merupakan warisan leluhur secara turun temurun.
Berbicara tentang prestasi, sederet penghargaan telah diberikan kepada Desa wisata Penglipuran, mulai dari penghargaan tentang lingkungan, kebersihan, tata kelola Desa wisata, homestay hingga menjadi Desa wisata terbaik.
Penghargaan tersebut diberikan baik dari tingkat regional, tingkat Nasional dan bahkan ditingkat Internasional. Salah satunya penghargaan Internasional yang diperoleh baru-baru ini yaitu menjadi salah satu Desa wisata terbaik dunia tepatnya diumumkan pada sidang umum UNWTO tanggal 16-20 oktober 2023 di Samarkand, Uzbekistan.
Desa wisata Penglipuran merupakan Desa yang dikelola oleh Desa Adat yang dalam pengelolaannya dibantu oleh pengelola pariwisata dan juga partisipasi aktif dari seluruh masyarakat. Pariwisata berbasis masyarakat adalah sistem tata kelola yang diterapkan di Desa wisata Penglipuran yang bertujuan untuk memberikan manfaat atau kesejahteraan kepada masyarakat melalui pariwisata.
Dalam sambutannya, Wayan Diar mengatakan kegiatan Penglipuran village festival selalu melibatkan masyarakat lokal yang berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan pariwisata baik Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi dan media.
“Dalam kegiatan ini akan dilaksanakan atraksi kebudayaan yang diharapkan mampu mempengaruhi length of stay dan spending money dari para wisatawan yang datang ke Kabupaten Bangli, khususnya ke Desa wisata Penglipuran," ujarnya.
Penglipuran Village Festival merupakan salah satu dari sekian event pariwisata yang menjadi kegiatan unggulan pariwisata Kabupaten Bangli yang telah dilaksanakan di setiap tahunnya dan rutin dilaksanakan sejak tahun 2013.
Tema Penglipuran village festival XI tahun 2024 ini adalah “pertiwi” (endless devotion to the mother earth as a spirit of generative tourism). Tema ini memiliki makna bahwa berbakti dan hormat kepada tanah sebagai elemen dan berkah kehidupan aktivitas pariwisata.
Pertiwi dianggap dapat mengekspresikan kekuatan dan memberikan anugrah tanpa batas. Ini sesuai dengan kehidupan sehari-hari di Desa Penglipuran, yang mempertahankan Adat Istiadat, budaya dan kebiasaan masyarakatnya. Tema ini sangat relevan dengan kondisi Desa Penglipuran yang selalu berkomitmen dalam hal konservasi lingkungan yang merujuk pada konsep “Tri Hita Karana”.
Acara tersebut dihadiri juga oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Pj. Gubernur Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Bangli, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bangli, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, para Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi Bali, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Bangli, Komisaris Utama Pt. Pelabuhan Indonesia beserta jajarannya, Ketua Organisasi Kepariwisataan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Direktur Utama Bank BPD Bali, Camat Bangli, Lurah Kubu, Bendesa / Kelian Adat, para Tokoh Masyarakt, Panitia dan tim pelaksanaan Penglipuran village festival XI 2024 serta undangan lainnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bangli
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2048 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1824 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun