Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 26 September 2026
Penjajah Jepang Takluk, Belanda Kembali ke Bali Lewat NICA
Rabu, 17 Agustus 2016,
08:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Babak baru perjuangan kemerdekaan RI di Bali dimulai pada 2 Maret 1946. Hari itu, tentara Sekutu yang diboncengi pasukan NICA (Netherlands India Civil Administration) mendarat di Sanur. Begitu mendarat, pasukan sekutu langsung menyebar ke seluruh Bali dipimpin pasukan Australia.
Mereka berkonvoi mengendarai truk berbendera sekutu menuju tempat tawanan Jepang dan tangsi militer Jepang di seluruh Bali. Semua tentara Jepang yang berstatus tawanan perang diperintahkan naik truk dan dibawa pergi.
Setelah tugasnya menahan sisa pasukan Jepang selesai, pasukan NICA tetap tinggal di Bali. Mereka menguasai tangsi dan markas militer yang sebelumnya dipakai Jepang. Bendera pimpinan sekutu, Australia, lambat laun diganti dengan bendera Belanda.
Tak lama kemudian beredar pengumuman kekuasaan di Indonesia dikembalikan kepada Belanda melalui NICA. Dengan pengumuman itu jelas sudah Belanda ingin kembali menjajah Nusantara.
Sikap Belanda yang tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia membuat perang tidak terhindarkan. Pertempuran mulai meletus di banyak tempat di tanah air termasuk di Bali.
Dalam Biografi Drs. I Nyoman Sirna MPH, "Sang Guru, Sebuah Memoar Tentang Perjuangan dan Pengabdian", yang ditulis Indrawati Muninjaya, Nyoman Sirna menuturkan, pertempuran sporadis terjadi di Bali menentang Belanda, mencapai puncaknya pada Puputan Margarana 20 November 1946 di Tabanan. Pada pertempuran itu, hampir seratus orang anggota pasukan Kepala Divisi Sunda Kecil, Kolonel Gusti Ngurah Rai Gugur. Di Pihak Belanda, dilaporkan 400 tentara NICA tewas.
Sejak itu, tidak ada lagi perlawanan besar-besaran menentang Belanda di Bali. Namun para pemuda tetap berjuang meski dengan skala kecil dan sporadis. Mereka berusaha tetap memelihara semangat proklamasi kemerdekaan Indonesia. Setiap sore, Nyoman Sirna dan pasukannya rutin berkumpul di rumah Nyoman untuk bertukar informasi.
Dengan ditandatanganinya Konferensi Meja Bundar pada 27 Desember 1949 di Den Haag Belanda dan adanya kesepakatan para pemimpin di Jakarta, keadaan Indonesia mulai relatif aman. Belanda secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia. Sejak itu, warga mulai dapat beraktifitas seperti biasa. [bbn/rst/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8446 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5805 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3631 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2457 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026