Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Penonton Keluhkan Lapangan Berlumpur
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kejuaraan Nasional Sarung Tinju Emas ke-27, malam ini (6/4) memasuki babak final. Meski secara keseluruhan kejuaraan ini berlangsung sukses, namun tetap mendapat kritikan dari penonton, seperti keluhan lapangan yang becek dan berlumpur. Jalannya babak final sempat terganggu hujan lebat sekitar pukul 3 sore. Hujan lebat selama satu jam lebih ini membuat lapangan Alit Saputra Tabanan becek dan berlumpur.
Sejumlah penonton mengeluhkan kondisi lapangan yang becek ini. Mereka merasa tidak nyaman menonton kejuaraan tinju tingkat nasional ini karena kondisi lapangan yang becek dan berlumpur. “Mestinya pertandingan setingkat ini (nasional), digelar in door atau di tempat tertutup saja. Jadi kalau hujan tidak becek dan berlumpur seperti ini. Kita jadi kurang nyaman saja, nonton tinju sementara kaki yang pakai sandal kotor berlumpur,” kata Dewa Sukra (29), penggemar tinju dari Denpasar.
Meski mengeluhkan kondisi lapangan yang becek dan berlumpur, namun warga akhirnya merasa terhibur dengan hadirnya beberapa penyanyi dangdut wanita seksi, seperti trio macan. Trio macan tampil dengan goyangan erotis mautnya dipadukan gerakan akrobatik. Suguhan dangdut di atas ring ini tak hanya dinikmati penonton. Bebeberapa petinju dan ofisial dari beberapa propinsi juga ikut naik ke atas ring tinju untuk berjoged bersama para penyanyi dangdut.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3309 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 718 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman