Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
Peran Balawista di Kuta dari Penyelamat Hingga Bantu Upacara
BERITABALI.COM, BADUNG.
Peran balawista atau penyelamat pantai di Bali tidak sekadar untuk menjaga keamanan pantai namun juga membantu jika ada prosesi upacara seperti nganyut.
Seperti petugas Balawisata di Kuta yang siap siaga jika sewaktu-waktu terjadi insiden tenggelam dan membantu warga saat upacara Nganyut.
Wayan (29) yang merupakan salah satu penyelamat Pantai Kuta yang tergabung dalam Balawista Kabupaten Badung menuturkan setiap harinya ditugaskan untuk berjaga di Pantai Kuta, meski penugasannya terbagi menjadi 2 shift setiap harinya.
“Kalau tugas biasanya dibagi jadi 2 shift. Shift pagi dari jam 7 pagi sampai 12 siang, terus jam 2 siang sampai sunset,” ujarnya saat ditemui di pinggir Pantai Kuta, Jumat (19/8/2022).
Pria yang hanya ingin dipanggil nama depannya saja ini menyatakan bahwa tidak ada syarat fisik khusus untuk mengikuti tahap seleksi menjadi penyelamat pantai. Namun, tahapan seleksi yang dilalui memang sudah mencakup semua kompetensi untuk menjadi penyelamat pantai.
“Kalau seleksinya selama sepuluh hari. Itu awalnya dapat tes tulis, kemudian interview tatap muka, dan terakhir tes untuk berenang 400 meter di pantai,” tuturnya.
Wayan juga menambahkan bahwa kompetensi Bahasa Inggris menjadi hal yang wajib dikuasai juga, terlebih banyak wisatawan asing yang menjadi pengunjung.
Pria yang memang sejak dulu berkeinginan menjadi penyelamat pantai ini mengatakan bahwa tugas utamanya memang untuk mengawasi jika ada pengunjung yang tenggelam.
Namun, terkadang juga ada penugasan untuk membantu mengawasi prosesi nganyut (upacara pelepasan abu pembakaran mayat dalam tradisi Hindu Bali).
“Utamanya memang untuk menjaga kalau ada yang tenggelam. Tapi kadang bisa diminta bantuan untuk mengawasi kalau ada nganyut,” tuturnya.
Pria yang sudah 5 tahun menjadi penyelamat pantai ini mengaku kerap menemui pengunjung yang melanggar aturan keamanan pantai.“Ya sering, banyak yang bandel. Kita kan sudah ada menetapkan batas-batas (untuk berenang), tapi banyak yang melanggar,” tuturnya.
Walaupun menjalani pekerjaan dengan risiko yang tinggi saat bertugas, ia dan keluarganya juga tidak merasa khawatir terhadap tugasnya.
Terlebih, menjadi penyelamat pantai adalah pekerjaan yang ia senangi dan pantai seperti sudah menjadi rumah kedua baginya. (sumber:suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 634 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 517 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan