Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Perang Pecah di Jalur Gaza
Jumat, 8 Desember 2017,
14:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kerusuhan dan kekerasan berlangsung di jalanan Bethlehem, Ramallah, Yerusalem hingga serangan roket oleh Brigade Al-Tawheed ke arah militer Israel.
Israel langsung merespon serangan itu dengan mengerahkan tentaranya. Sebuah tank dan pesawat militer menyerang dua pos militer di Jalur Gaza.
[pilihan-redaksi]
"Milisi di Jalur Gaza itu menembakkan tiga roket dalam waktu berdekatan. Dua roket pertama jatuh di dekat wilayah Palestina pada sore hari (Kamis waktu setempat)," ujar seorang juru bicara militer Israel.
Sirene tanda waspada dibunyikan di berbagai penjuru Israel seiring ketegangan yang semakin meningkat setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan segera memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Kota Suci itu.
Beberapa jam sebelumnya, kerusuhan berlangsung di jalanan Bethlehem, Ramallah dan Yerusalem. Warga Palestina yang memprotes keputusan Trump tersebut lansung disambut tentara Israel dengan menembakan peluru karet dan gas air mata. Tiga warga Palestina dilaporkan terluka dalam bentrokan itu.
Tanda-tanda kekerasan bakal pecah sudah terlihat beberapa jam setelah Trump mengumumkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hari Kamis (07/12/2017), Faksi Hamas Palestina menyerukan rakyat Palestina, umat muslim, dan dunia Arab untuk melawan keputusan Trump tersebut dengan cara intifada dan perlawanan lain.
Pemimpin Hamas yang baru terpilih Mei lalu, Ismail Haniyeh menyatakan bahwa keputusan Trump itu telah membunuh proses perdamaian Palestina-Israel.
Haniyeh mengatakan, pada hari Jumat (08/12/2017) Hamas akan berunjuk rasa besar-besaran dengan menyebut sebagai "Hari Kemarahan" atas keputusan Trump.
Isu pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel menjadi sorotan luas karena selama ini, Israel dan Palestina saling klaim Yerusalem sebagai ibu kota masing-masing negara.
Israel merebut Yerusalem saat perang Timur Tengah pada 1967. Namun masyarakat internasional tak mengakuinya.
Sejak Trump menjadi Presiden AS rencana pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel seringkali disampaikan. Juni lalu dia sempat menangguhkan dan Desember ini adalah batas waktu baginya untuk memutuskan.
UU Pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem diteken tahun 1995. Namun semua Presiden AS diberikan hak untuk menangguhkan setiap enam bulan sekali. Semua Presiden AS sebelumnya tidak berani menandatangani pemindahan tersebut. Pasalnya, isu ini sangat rawan yang bisa menyulut ketegangan baru di Timur Tengah. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1477 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1112 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 958 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 852 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026