Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Perayaan Valentine, Berkah Bagi Penjual Pernak-pernik di Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Perayaan Hari valentine setiap tanggal 14 Februari membawa berkah tersendiri bagi pedagang pernak pernik Valentine di Kabupaten Karangasem.
Seperti diungkapkan oleh Ni Nengah Widhi Astuthi pemilik Dhi OLShop asal Desa Timbrah, Karangasem ini misalnya, sejak akhir bulan Januari 2023, beberapa pesanan pernak pernik untuk hari valentine sudah mulai masuk.
Hanya saja memang, untuk pesanan valentine tahun 2023 ini tidak segreget valentine tahun-tahun sebelumnya, meski pesanan lumayan banyak namun tidak sebanyak tahun sebelumnya.
"Tahun ini agak kurang greget dibandingkan tahun lalu, tapi astungkara-lah lumayan masih ada yang ngorder. Pesanan udah mulai masuk sejak akhir bulan Januari lalu," kata gadis yang akrab disapa Widhi ini saat ditemui, Selasa (14/2/2023).
Valentine tahun ini, pesanan yang masuk lebih dominan ke pernak-pernik valentine karena memang disamping unik juga harganya lumayan terjangkau. Sementara untuk Valentine tahun lalu kebanyakan memesan buket bunga komplit dengan cokelatnya.
"Dulu bucket paling bnyak dicari, tapi kalau sekarang pernak-perniknya yang lebih laris mungkin karena harganya lebih murah," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4415 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1919 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1508 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 997 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 929 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun