Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 27 Agustus 2026
Perempuan Tewas Usai Suntik Silikon, Bahaya Jika Berlebihan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang perempuan dengan inisial I dikabarkan meninggal di sebuah apartemen di kawasan Cipulir, Kebayoran lama Jakarta Selatan. Ia meninggal akibat malpraktik penyuntikan silikon di bokong oleh dua orang transpuan yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, secara garis besar ada gangguan jaringan di sekitar bokong korban. Hanya saja, Budhi tidak bisa menjelaskan rinci lantaran pihak dokter yang bisa memberikan keterangan.
"Berdasarkan hasil autopsi ada gangguan jaringan, nah gangguan jaringan ini tentunya dokter yang mungkin akan menjelaskan penyebabnya kenapa, yang jelas kesimpulan yang disampaikan pada kami diduga penyebab matinya ada gangguan jaringan yang disebabkan oleh masuknya benda ke dalam di bokong korban," kata Budhi di kawasan Mabes Polri, Senin (20/6/2022).
Tapi, sebenarnya apa itu silikon? Dan apa bahayanya jika masuk ke dalam tubuh? Dilansir dari Healthline, silikon merupakan bahan buatan lab yang terdiri dari beberapa bahan kimia yang berbeda, antara lain :
- silikon (elemen alami)
- oksigen
- karbon
- hidrogen
Ini biasanya diproduksi sebagai plastik cair atau fleksibel. Ini digunakan untuk keperluan medis, listrik, memasak, dan lainnya. Karena silikon dianggap stabil secara kimiawi, para ahli mengatakan itu aman untuk digunakan dan kemungkinan tidak beracun.
Itu menyebabkan silikon banyak digunakan dalam implan kosmetik dan bedah untuk meningkatkan ukuran bagian tubuh seperti payudara dan bokong, misalnya. Namun, Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) sangat memperingatkan agar tidak menggunakan silikon cair sebagai filler menepuk bagian tubuh mana pun, seperti bibir.
FDA telah diperingatkan bahwa silikon cair yang disuntikkan dapat bergerak ke seluruh tubuh dan dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan yang serius, termasuk kematian.
Silikon cair dapat memblokir pembuluh darah di bagian tubuh seperti otak, jantung, kelenjar getah bening, atau paru-paru, yang mengarah ke situasi yang sangat berbahaya. Pengisi injeksi yang disetujui FDA terbuat dari zat seperti kolagen dan asam hialuronat, bukan silikon.
Jadi, meskipun telah disetujui, penggunaan silikon cair di dalam implan payudara, misalnya, FDA melakukannya hanya karena implan menahan silikon cair yang terkandung di dalam cangkang.
Namun, penelitian konklusif tentang toksisitas silikon masih kurang. Beberapa ahli telah menyuarakan keprihatinan mereka atas implan payudara silikon dan penggunaan silikon lainnya yang "diterima" di dalam tubuh manusia.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4706 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2513 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2153 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1774 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1199 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun