Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Petani Jatiluwih Jangan Hanya Dijadikan Objek
Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan, Rencana UNESCO memasukan kawasan Jatiluwih menjadi Warisan Budaya Dunia (WBD) disambut positif petani setempat. Meski baru sebatas rencana menjadikan Jatiluwih sebagai salah satu WBD, petani setempat berharap kawasan jatiluwih tidak hanya dijadikan sebagai objek semata. Namun harus mendapatkan kontribusi yang nyata.
“Kami tidak mau hanya dijadikan objek semata. Kami ingin Subak Jatiluwih menjadi kawasan pertanian abadi mendapatkan perhatian jika benar-benar mendapatkan status sebagai Warisan Budaya Dunia,” tandas Wayan Semarajaya petani asal Jatiluwih, Selasa (26/7).
Ia yang getol mengkampanyekan pertanian organik dan telah beralih menjadi petani yang total menggunakan pupuk organik ini berharap , status WBD nantinya dapat memberikan kontribusi pada keberadaan subak Jatiluwih.
“Kalau tidak ada kontribusi, status tersebut hanya menambah
beban bagi kami para petani,” tandasnya lagi. Ia sendiri merasakan selama ini masih kurangnya perhatian pemerintah kepada sejumlah petani di kawasan Jatiluwih.
” Kami tidak ingin muluk-muluk, kami hanya ingin pupuk organik diberikan secara gratis. Karean selama ini kami sudah menggunakan pupuk organik secara total,” harapnya.
Perlu diketahui jumlah Subak Jatiluwih terdiri dari beberapa gabungan tujuh subak diantaranya subak telabah gede, subak besi kalung, subak kedamian, subak uma duwi, subak gunung sari, subak uma kayu, dan subak kesambi. Luasanya mencapai ratusan hektar
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3345 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 942 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan