Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polisi Bakal Otopsi Pasutri di Menyali

Singaraja

Sabtu, 9 Februari 2008, 19:03 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Guna menguatkan aksi pembunuhan yang dilakukan Putu Suaka,(45) dengan portasium cianida terhadap pasangan suami istri Gede Baneh dan Luh Sumenadi di Desa Menyali, Kecamatan Sawan Juni 2007 lalu, Sat Reskrim Polres Buleleng berencana bakal membongkar kuburan pasutri tersebut dan melakukan otopsi.

“Tentunya bukan sebatas pengakuan pelaku saja, ini harus kita lengkapi dengan pemeriksaan terhadap kedua korban, sehingga kita berencana akan melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian kedua korban. Tentunya kita musti membongkar kuburan korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Ambariyadi Wijaya, Sabtu (9/2) usai Anev Kasus di Mapolres Buleleng.

Aksi berdarah dingin yang dilakukan pelaku Putu Suaka sekitar Juni tahun lalu terhadap Pasutri Gede Baneh dan Luh Sumenadi dilakukan di rumah korban. “Yang menjadi sasaran pertama adalah istri korban, Luh Sumenadi yang kopinya dicampur dengan serbuk portas, kemudian aksi yang sama dilakukan terhadap Gede Baneh,” ujar Ambariyadi.

 



Setelah melihat kondisi kedua korban sekarat akibat reaksi portas, pelaku Putu Suaka menguras isi rumah korban dengan mengambil sejumlah uang dan beberapa kain songket serta sejumlah perhiasan.

Memastikan pengakuan pelaku Putu Suaka terhadap aksinya di Desa Menyali dan beberapa keterangan saksi, Jajaran Polres Buleleng berencana menggali kuburan Gede Baneh dan Luh Sumenadi untuk kemudian diotopsi memastikan penyebab kematiannya.

”Waktunya belum kita pastikan, yang jelas otopsi itu harus dilakukan, nanti kita koordinasikan lagi dengan keluarga korban dan aparat desa setempat,” papar Ambariyadi.Sementara, terhadap pasutri Kadek Suara dan Luh Sukesi di Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, polisi telah mengantongi hasil otopsi dari RSUP Sanglah yang menyebutkan tewas akibat cianida, sehingga penyelidikan masih difokuskan pada pemeriksaan saksi. (sas)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami