Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Polisi Bidik Tersangka WN Asing
Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Tim gabungan semakin sulit mengungkap pembantaian Heidi Murphy (38). Meski banyak ditemukan kejanggalan dari keterangan para saksi warga asing, tapi tidak ada yang bisa dijadikan alat untuk menjerat sebagai tersangka.Diakui sumber, pihaknya sudah mencurigai beberapa orang warga asing dan tinggal mencari pembuktian. Namun fakta yang ditemukan di lapangan selalu buntu.
Dikatakannya, sekarang ini penyelidikan kematian Heidi dilakukan ekstra hati-hati. Tidak gegabah dan harus ada pembuktian akurat. Artinya, menjerat pelaku kejahatan harus mengutamakan bukti permulaan yang cukup.“Jangan sampai salah tangkap, malu nanti kita,” bebernya.
Sumber belum bisa memastikan apakah kematian Heidi ada kaitannya dengan bisnis dan dendam dari rekan-rekannya. Akan tetapi ada ganjalan yang terlihat dalam pemeriksaan para saksi warga asing.Dari hasil lidik, Vila Mekar Sari dikontrak oleh korban, rekannya Rofe alias Raven dan Murben Slauni, mantan suami korban asal Australia.
Mereka mengontrak Vila selama setahun seharga Rp 45 juta. Uang muka kontrakan baru dibayar Rp 3,5 juta, selebihnya tidak jelas kapan dibayar.“Apakah kematian korban ada kaitannya dengan kontrakan rumah, ini yang masih kita kaji,” ungkapnyaPenyelidikan ke persoalan asmara, juga evaluasi. Dari keterangan beberapa saksi, mantan suami korban, Murben Slauni kini punya pacar, yang sedang hamil dan mereka tinggal di Jalan Beraban No 9 Kuta Utara.
Petugas semakin puyeng, sebab kecurigaan terhadap Murben Slauni tidak bisa dibuktikan. Alibi Murben Slauni, sebelum pembunuhan menimpa mantan istrinya, Sabtu (09/2), berada di rumah di Jalan Beraban. Keterangan ini cocok dari keterangan yang diberikan pacarnya ke polisi.
Kecurigaan terhadap Rofe alias Raven (rekan korban, red) juga sama, tidak ada pembuktian.Sumber mengatakan, Sabtu (09/2), Rofe meninggalkan korban sendirian di Vila Mekar Sari. Padahal, selama ini Rofe tidak pernah pergi tanpa korban.
Alasan Rofe, dia bersama teman-temannya akan party di Ubud Gianyar. Sabtu siang sekitar pukul 15.00 Wita, Rofe mengaku ke penyidik sempat menghubungi korban di Vila, maksudnya untuk mengirim barang dari Ubud.
Rofe yang umurnya kira-kira 45 tahun ini mengaku, menghubungi korban lewat handphone. Dari pembicaraan, korban mengatakan tidak berada di rumah. Sebaiknya, kata korban, barang dikirim ke Vila karena di Vila ada yang jaga diantaranya buruh cat. Akhirnya Rofe berinisiatif menghantar barang pesanan melalui jasa taksi.
Pengakuan Rofe sangat berbeda dengan keterangan saksi buruh cat. Mereka yang dimintai keterangan mengatakan, korban ada di rumah dan tidak pergi kemana-mana.“Banyak kejanggalan dari pemeriksaan para saksi warga asing tapi tidak bisa dibuktikan,” ungkapnya (Che)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan