Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 7 September 2026
Polisi Bubarkan Remaja Kumpul hingga Larut Malam di Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Patroli Jatanras Polda Bali menyisir sejumlah kawasan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung hingga Sabtu dini hari, 29 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, polisi mendapati sejumlah kelompok remaja masih berkumpul hingga larut malam dan meminta mereka membubarkan diri.
Patroli yang berlangsung Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 28–29 Agustus 2026, tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan tindak kriminalitas di wilayah hukum Polda Bali.
Sasaran patroli antara lain potensi aksi balapan liar, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, premanisme hingga kelompok anarki.
Patroli dipimpin Ps. Panit 2 Unit Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Bali, Ipda I Gede Surya Wijaya. Penyisiran dilakukan mulai pukul 22.00 Wita hingga 03.30 Wita dengan menggunakan sepeda motor.
"Tim bergerak menggunakan sepeda motor menyisir sejumlah kawasan yang dinilai perlu mendapat pengawasan pada malam hingga dini hari," bebernya.
Dalam patroli tersebut, petugas menyambangi sejumlah ruas jalan yang dinilai perlu mendapatkan pengawasan pada malam hingga dini hari.
Rute yang dilalui mencakup Jalan Cok Agung Tresna, Jalan Moh. Yamin, Jalan Raya Puputan, Jalan Hangtuah hingga Jalan Bypass Ngurah Rai.
Baca juga:
Polisi Bubarkan Pesta Miras di Sesetan
Petugas juga menyisir kawasan Sanur dan sejumlah ruas jalan di sekitarnya. Di antaranya Jalan Danau Toba, Jalan Danau Tamblingan, Jalan Danau Poso, Jalan Danau Tempe, Jalan Mertasari, Jalan Kertha Dalem, Jalan Tukad Petanu, Jalan Tukad Pakerisan dan Jalan Waturenggong.
Dari penyisiran tersebut, polisi menemukan sekelompok remaja yang masih berkumpul pada malam hari. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan meminta mereka membubarkan diri serta pulang ke rumah masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi agar kerumunan tidak berkembang menjadi aktivitas yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain membubarkan kerumunan, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang berada di lokasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat barang yang berpotensi digunakan untuk melakukan tindak kriminal.
"Polisi juga memeriksa dan mengecek bagasi kendaraan yang berada di lokasi untuk memastikan tidak ada barang yang berpotensi digunakan dalam aksi kriminal," imbuhnya.
Dalam pelaksanaan patroli, personel membawa perlengkapan berupa borgol dan kabel ties. Peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung tindakan petugas apabila menemukan situasi yang membutuhkan pengamanan.
Polisi juga memberikan imbauan kepada kelompok yang ditemukan berkumpul agar segera meninggalkan lokasi dan kembali ke rumah.
"Apabila ditemukan dugaan tindak pidana, orang yang terlibat dapat diamankan ke markas polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.
Penanganan terhadap remaja yang masih berusia di bawah umur juga dilakukan dengan mekanisme khusus dengan melibatkan unit terkait.
“Apabila ditemukan dugaan tindak pidana, akan diamankan ke mako. Jika yang diamankan masih di bawah umur, kami segera berkoordinasi dengan piket PPA PPO,” timpalnya lagi.
Patroli Jatanras Polda Bali juga menyasar fasilitas umum dan sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya kelompok tertentu.
Meski menemukan kelompok remaja yang masih berkumpul hingga malam, polisi menyatakan tidak menemukan kelompok anarko maupun kejadian menonjol lainnya selama penyisiran berlangsung.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3201 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 683 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 654 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman