Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Polisi Selidiki Drone Misterius Resahkan Warga Gobleg Libatkan Polda Bali
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kemunculan drone misterius yang terbang pada malam hingga dini hari membuat warga Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, resah. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Buleleng mulai melakukan penyelidikan dan berencana melibatkan Satbrimobda Polda Bali.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan, pihaknya telah turun langsung ke Desa Gobleg untuk bertemu dengan Perbekel, pecalang, serta para pemuda setempat.
"Saya sudah menjelaskan kepada perbekel, pecalang dan para pemuda di sana,terkait upaya-upaya apa yang harus dilakukan jika masih ada drone yang dicurigai," jelas AKBP Ruzi.
Menurut AKBP Ruzi, polisi belum dapat memastikan keterkaitan antara kemunculan drone dengan sejumlah kasus pencurian yang terjadi di Desa Gobleg. Karena itu, penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui tujuan penerbangan drone tersebut.
"Belum dapat dikaitkan antara terbangnya drone dengan kejadian-kejadian yang terjadi. Ada langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut yang akan kami lakukan, termasuk dengan minta bantuan back up dari Satbrimobda Polda Bali," tandasnya.
Sebelumnya, warga Desa Gobleg mengaku resah karena drone misterius beberapa kali terlihat terbang di atas permukiman warga. Drone tersebut disebut muncul sejak sekitar sepekan terakhir, terutama pada malam hingga dini hari.
Perbekel Gobleg I Made Separsa mengatakan, drone biasanya terlihat mulai sekitar pukul 22.30 hingga 03.00 Wita. Bahkan, warga beberapa kali melihat drone melintas tepat di atas rumah.
“Beberapa kali saya pantau terbang di atas rumah warga. Kami merasa seperti sedang diintai," keluhnya, saat dikonfirmasi Kamis (3/9).
Separsa menyebut drone yang terlihat warga diduga tidak hanya satu unit. Dalam beberapa kesempatan, masyarakat melihat dua drone terbang dengan jarak yang cukup berjauhan.
Hingga kini, tujuan penerbangan drone tersebut maupun pihak yang mengoperasikannya belum diketahui. Situasi itu membuat warga merasa tidak nyaman karena aktivitas penerbangan berlangsung saat malam hingga dini hari.
“Motifnya juga tidak tahu, siapa yang menerbangkan juga tidak tahu. Masyarakat merasa resah, merasa terintai,” katanya.
Keresahan warga juga muncul di tengah adanya sejumlah kasus kehilangan di Desa Gobleg. Beberapa warga dilaporkan kehilangan ayam aduan, sementara sebuah villa juga disebut sempat mengalami pembobolan.
Meski demikian, Separsa menegaskan pihaknya tidak menyimpulkan bahwa kemunculan drone berkaitan dengan kasus pencurian tersebut. Dugaan itu masih sebatas analisa masyarakat karena waktunya dianggap berdekatan.
“Bukan saya mengatakan drone ini jadi pemicu. Ini analisa kami saja, mengingat sejak ada intaian drone itu, kasus pencurian marak terjadi di desa kami. Warga kehilangan satu atau dua ekor ayam. Tapi kalau dijumlahkan, totalnya sudah mencapai puluhan ekor," terangnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5721 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2544 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2184 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan