Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Polisi Periksa Penemu Emas Lempengan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penemuan Sarkopagus (kubur batu) di desa Alasangker, Kecamatan Buleleng terus dikembangkan oleh jajaran Polres Buleleng. Polisi kini mengitensifkan penyelidikan terhadap penemuan barang antik berupa besi kuning (lempengan emas, red) oleh Wayan Budiasa (43) di sekitar lokasi temuan. Bahkan pelaku penjarahan asal Dusun Dharmakerti Desa Tukadmungga itu, Selasa (19/2) telah diperiksa polisi.
Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Ambaryadi Wijaya mengungkapkan telah mendengarkan keterangan pelaku Wayan Budiasa selaku penemu besi kuning yang diduga lempengan emas berbentuk grendel, camplong pasepan (tempat dupa,red), dan batu kali panjang.
Dari penyelidikan yang dilakukan, Budiasa mengaku telah membuang camplong pasepan (tempat dupa, red), dan batu kali panjang karena dirasa tidak bernilai.”Sedangkan besi kuning yang diduga lempengan emas itu telah dipotong untuk cincin,” ujar Ambaryadi.
”Kita akan selidiki lebih lanjut lagi kasus ini, sambil menunggu penelitian yang dilakukan tim arkeologi.
Kalau nantinya, barang yang diambil Budiasa itu adalah bagian dari benda cagar budaya, maka dia (Budiasa, red) bisa dijerat secara hukum tentang perlindungan benda cagar budaya,” papar Ambariyadi Wijaya.
Penyelidikan kepolisian terhadap kasus tersebut akan sangat tergantung pada hasil penelitian yang dilakukan Tim Balai Arkeologi Bali terkait ada tidaknya tindak kejahatan yang dilakukan oleh Wayan Budiasa.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 955 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 783 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 603 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 561 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik