Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Presiden Prabowo Akan Buat Program Pemutihan Utang untuk 6 Juta Petani dan Nelayan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden Prabowo Subianto berencana untuk memutihkan utang sekitar 6 juta petani dan nelayan di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Hashim Djojohadikusumo, adik dari Prabowo, dalam sebuah dialog di Menara Kadin, Jakarta Selatan, pada Rabu sore.
Hashim menyatakan bahwa peraturan presiden (perpres) untuk pemutihan utang tersebut dijadwalkan akan ditandatangani oleh Prabowo pada pekan depan. "Ini mungkin minggu depan Pak Prabowo akan teken suatu perpres pemutihan. Sedang disiapkan oleh Pak Supratman (Menteri Hukum), semua sesuai undang-undang," ucapnya.
Ia menambahkan, langkah ini diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi petani dan nelayan, serta memungkinkan mereka untuk mengakses kredit perbankan kembali. "Sekitar 5 juta-6 juta orang dengan keluarganya akan dapat hidup baru, dan mereka dapat hak untuk pinjam lagi ke perbankan," imbuh Hashim.
Hashim menjelaskan bahwa utang yang akan dihapus adalah utang masa lalu yang timbul akibat berbagai krisis ekonomi, termasuk krisis moneter 1998 dan krisis ekonomi 2008. Besaran utang tersebut, menurutnya, berkisar antara Rp10 juta hingga Rp20 juta per orang.
Lebih lanjut, Hashim menjelaskan bahwa utang-utang ini sudah lama dihapusbukukan dan telah diganti oleh asuransi perbankan, tetapi hak tagih dari bank belum dihapus. Akibatnya, banyak petani dan nelayan yang terpaksa meminjam dari rentenir dan pinjaman online (pinjol) untuk memenuhi kebutuhan mereka.
"Saya baru tahu pinjol enam bulan lalu. Meskipun saya konglomerat dan tidak perlu pinjol, saya terkejut mendengar kondisi ini. Saya sampaikan ke Prabowo bahwa ini harus diubah," katanya.
Konsultasi dengan tim ekonomi Prabowo telah dilakukan untuk memastikan bahwa pemutihan utang ini tidak akan merusak ekosistem perbankan di Indonesia. Hashim menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian terhadap nasib petani dan nelayan yang selama ini terjebak dalam utang. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5952 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2294 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2229 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan