Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Produk Pertanian Jembrana Kurang Laku di Pasaran
Pengambengan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Produk pertanian Jembrana yang sarat dengan muatan lokal masih tersendat dalam hal pemasaran. Padahal, dari sisi kualitas, hasil pertanian Jembrana memiliki kualitas yang baik tidak kalah dengan produk pertanian sejenis dari luar Jembrana.
Hal tersebut diakui Bupati Jembrana, I Gede Winasa saat ditemui di sela-sela buka puasa bersama, Sabtu (20/9). Menurutnya saat ini petani Jembrana hanya tahunya kiloan saja tanpa memperhitungkan kualitas produk.
"Inilah yang mengakibatkan kualitas pertanian kita tidak memiliki daya saing harga yang kompetitif," ujarnya. Lanjut Winasa, sebenarnya ditekankan adalah adanya pengolahan produk pertanian dari petik lalu jual menjadi petik, olah, kemas dan jual.
" Saya selalu tekankan, untuk memperoleh daya saing petani jangan hanya memetik lalu menjualnya tetapi proses pengolahan dan pengemasannya harus dilakukan," kata Winasa.
Selanjutnya, Winasa mengungkapkan petani sebenarnya tidak boleh tergantung dan terbelenggu oleh satu pembeli. Petani harus diberikan peluang akses yang lebih luas. "Saya tidak mau petani hanya bergantung dengan satu pembeli saja. Untuk itu petani harus dibekali teknologi informasi agar bisa mengakses pasar melalui internet yang telah tersambung ke desa-desa, " ujar Winasa. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5846 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan