Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Prosesi Nyiramin Almarhum Prof Wayan Sugita akan Diiringi Drama Gong
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Keluarga besar seniman drama gong legendaris, almarhum Prof. Dr. Drs. I Wayan Sugita, M.Si, telah merampungkan hasil paruman atau rapat keluarga terkait rangkaian upacara Pitra Yadnya (ngaben).
Pemeran Patih Agung yang sangat dihormati ini dijadwalkan menjalani prosesi kremasi pada Kamis, 22 Januari 2026.
Berdasarkan jadwal resmi (dudonan) yang dirilis pihak keluarga, rangkaian upacara akan dimulai pada Minggu, 18 Januari 2026, dengan prosesi Ngingsirang Layon atau pemindahan jenazah dari kediaman di Denpasar menuju RS Sanjiwani, Gianyar.
Puncak rangkaian upacara akan dipusatkan pada Kamis, 22 Januari 2026, yang dimulai sejak pagi hari. Jenazah diberangkatkan menuju Krematorium Punduk Dawa, Desa Dawan, Kabupaten Klungkung, sekitar pukul 05.30 WITA.
Pada pukul 09.00 hingga 12.00 WITA, prosesi Nyiramang dan Maperas akan dilaksanakan dengan iringan tabuh Angklung serta pementasan drama gong. Pementasan tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri bagi seni drama gong Bali.
Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan prosesi Ngaskara di setra pada pukul 12.00 hingga 16.00 WITA, yang diikuti dengan Nganyud ke Segara Goa Lawah. Selanjutnya, upacara Nyekah akan digelar dengan disertai pementasan tari Topeng dan Wayang, sebelum diakhiri dengan prosesi Ngelinggihang di rumah duka di Samplangan, Gianyar.
Di balik kesiapan rangkaian upacara, suasana duka masih menyelimuti keluarga besar almarhum. Adik kandung Prof. Sugita, Ni Nyoman Kembar Sriasih, mengenang kakak sulungnya sebagai sosok panutan yang penuh perhatian meskipun memiliki aktivitas padat sebagai akademisi dan seniman.
Ia mengungkapkan momen haru tiga hari sebelum sang kakak berpulang, ketika almarhum masih sempat mengirim pesan singkat berisi nasihat kesehatan.
"Tiga hari lalu kakak tiang sempat kirim WA agar saya jaga kesehatan dan tidak boleh gemuk," ujar Kembar Sriasih lirih saat ditemui di rumah duka di Gianyar.
Bagi Kembar, yang sejak kecil memiliki keterbatasan fisik, Prof. Sugita bukan hanya kakak, tetapi juga pelindung. Almarhum dikenal rutin menjenguk keluarga di kampung halaman meski menetap di Denpasar.
"Walaupun tinggal di Denpasar, kakak sering pulang. Sepulang mengajar ke Bangli atau Klungkung, pasti mampir ke rumah," tuturnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6005 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4686 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2327 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan