Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Puluhan Batang Kayu Meranti Mengapung di Laut
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sejumlah nelayan di Kecamatan Tejakula menemukan puluhan kayu jenis Meranti berbagai ukuran tanpa pemilik, mengapung di sepanjang perairan Pantai Kecamatan Tejakula.
Puluhan batang kayu berbagai ukuran berbentuk balok, ditemukan para nelayan dari Desa Bondalem, Desa Les dan Desa Tejakula mengapung ditengah laut di Perairan Kecamatan Tejakula. Kontan saja warga di ke tiga desa itu berlomba-lomba mengambil kayu-kayu tanpa pemilik tersebut.
Kapolsektif Tejakula, AKP. Putu Arya Astawa menyebutkan, dari temuan para nelayan atas puluhan kayu yang tersebar di perairan Tejakula, polisi sedikitnya telah mengamankan lima puluh kayu berupa kayu Meranti dalam berbagai ukuran.
“Penemuan puluhan batang kayu Meranti berupa balok dengan berbagai ukuran itu diduga adanya sebuah kapal pengangkut kayu mengalami musibah, sebab selain balok-balok kayu,
nelayan juga menemukan pecahan dinding kapal,†papar Arya Astawa.
Selain berkoordinasi dengan Polisi Perairan, dalam upaya mengungkap misteri temuan dan dugaan terjadinya musibah yang menimpa sebuah Kapal Pengangkut Kayu, Jajaran Polsek Tejakula masih tetap melakukan penyisiran bersama sejumlah warga.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3899 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2996 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2058 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2032 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1817 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun