Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Puluhan Bocah Ngambeng Ke Rumah-Rumah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Puluhan bocah hari Minggu (6/4), sejak pagi terlihat di jalan-jalan di lingkungan desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar. Bahkan, mereka terlihat memasuki rumah-rumah penduduk. Apa yang dilakukannya? Berdasarkan pantauan beritabali.com di lapangan, ternyata mereka memasuki rumah penduduk untuk meminta pelbagai hasil bumi untuk kegiatan Upacara agama atau Odalan di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Blahbatuh yang jatuh pada tanggal 20 April mendatang.
Dan kegiatan ini memang tergolong unik, karena sangatlah jarang menjelang odalan di Pura, anak -anak masuk rumah beramai -ramai untuk meminta pemilik rumah menyerahkan sejumlah hasil bumi yang dimiliki. Terus apa makna tradisi unik ini? Seperti yang dijelaskan oleh, I Wayan Patra, Ketua Paruman Pura Samuan Tiga mengatakan kegiatan ini sudah dilakukan sejak berdirinya Pura Samuan Tiga di abad ke X , dan tradisi ini dilakukan secara turun -temurun di Desa Pekraman Bedulu, Blahbatuh, Gianyar.
Terus kenapa dilakukan oleh anak-anak, kenapa enggak orang dewasa? menurut kepercayaan penduduk setempat anak-anak tersebut dianggap lugu, dan perawan. Dan anak-anak yang rata-rata berumur 8-13 tahun tersebut dianggap sebagai simbolis Dewa yang memberikan piteket ( tanda) kepada penduduk bahwa odalan bakal tiba, dan penduduk diharapkan untuk bersiap sedia menyambut odalan. "Tradisi ngambeng ( mempertajam) atau piteket ini merupakan tradisi turun temurun di wilayah kami menjelang odalan di Pura Samuan Tiga, " jelasnya.
Terus, sejak kapan dilakukan? ditanya seperti ini Patra mengatakan mereka melakukannya dengan spontan pada saat 15 hari sebelum odalan dimulai, dan hal ini dilakukan selama 1 Minggu, setelah mereka mendapatkan hasil bumi dan diserahkan kepada pengurus Pura, mereka mendapatkan ganti ( pica) berupa makanan untukdibawa pulang. " Tradisi ini tetap berkembang sampai sekarang, " ungkapnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5970 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2303 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan