Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Pura Desa Adat Buleleng Terbakar, Api Diduga Muncul dari Beringin
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kebakaran terjadi di kawasan Pura Desa Adat Buleleng, Kabupaten Buleleng, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. Api membakar pohon beringin dan dua pelinggih yang berada di areal pura.
Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, mengatakan dua pelinggih yang terdampak kebakaran yakni Pelinggih Penyarikan dan Pelinggih Pajenengan yang berada di bagian selatan pura. Selain itu, api juga membakar pohon beringin di jaba tengah.
Menurut Sutrisna, api diduga pertama kali muncul dari pohon beringin. Namun, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan.
"Apinya bermula pada pohon beringin. Mungkin sekarang hari suci Tilem, ada yang sembahyang di pelinggih yang ada di pohon beringin," ujarnya.
Kondisi pohon yang kering ditambah hembusan angin membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Pelinggih yang menggunakan atap ijuk juga membuat api mudah menjalar.
Sutrisna mengimbau krama Desa Adat Buleleng agar lebih berhati-hati saat menggunakan dupa, terutama setelah selesai melakukan persembahyangan. Dupa yang masih menyala diharapkan tidak ditinggalkan begitu saja, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering dan berangin.
Akibat kebakaran tersebut, Desa Adat Buleleng memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp300 juta. Nilai tersebut masih merupakan perkiraan awal dan akan dibahas lebih lanjut oleh prajuru.
"Kalau kerugian kami, membuat penjenengan saja tampulnya itu bisa Rp300 juta. Ini karena atapnya saja. Kami akan berkonsultasi dan melakukan rapat koordinasi dengan prajuru," kata Sutrisna.
Rencana perbaikan dua pelinggih yang terdampak kebakaran selanjutnya akan dibahas melalui paruman Desa Adat Buleleng. Pelaksanaannya akan menyesuaikan ketentuan yang berlaku dalam awig-awig Desa Adat Buleleng.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Buleleng, Gede Arya Suardana, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 11.00 Wita. Petugas kemudian melakukan pemadaman selama kurang lebih dua jam dengan menghabiskan tiga tangki air dan dibantu warga sekitar.
"Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Namun yang jelas sumber api berasal dari pohon beringin yang kering. Karena ada angin besar, diterbangkanlah ke sekitar dan yang terkena adalah pelinggih-pelinggih yang beratap ijuk," ujarnya.
Arya mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan menggunakan api di tengah kondisi lingkungan yang kering. Imbauan tersebut juga berlaku saat masyarakat melakukan pembakaran sampah maupun membersihkan lahan.
Menurutnya, sejumlah kejadian kebakaran di Buleleng belakangan ini ditemukan berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah maupun pembakaran di lahan atau kebun.
Baca juga:
Restoran Chez Gado-gado di Seminyak Terbakar dipicu Balon Meletup, Empat Motor Ikut Hangus
Damkar Buleleng saat ini memiliki enam armada yang disiagakan di sejumlah pos. Meski sebagian kendaraan sudah berusia cukup lama, personel tetap disiagakan selama 24 jam.
"Untuk armada kita ready, kita tetap siaga 24 jam apapun keadaannya. Walaupun kendaraan rusak ya kita servis biar cepat ready lagi bekerja dan ke depan kalau ada peremajaan kendaraan," tandas Arya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5707 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2542 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan