Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pusat Edukasi Flora Langka Bali Hadir di Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Harapan baru bagi kelestarian alam Bali resmi tumbuh di kawasan Nuanu Creative City, Tabanan. Kawasan kreatif seluas 44 hektare ini tengah membangun Magic Garden, ruang edutainment botani pertama di Bali yang dirancang menjadi “rumah penyelamatan” bagi lebih dari 50 spesies flora langka.
Mulai dari Majegau Bali, Cendana, hingga Randu Alas akan dirawat dalam fasilitas konservasi yang dijadwalkan dibuka untuk publik pada pertengahan 2026.
Baca juga:
65 Flora Indonesia Terancam Punah
Nuanu Creative City menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Magic Garden sebagai pusat edukasi dan konservasi flora terancam punah. Nantinya, pengunjung dapat melihat langsung, mempelajari, hingga memahami pentingnya menjaga keanekaragaman hayati Bali melalui pengalaman interaktif yang dapat diakses semua kalangan.
“Kami merangkai yang terbaik dari Bali untuk para pengunjung, termasuk mengonservasi flora yang terancam punah. Ketika pengetahuan menjadi pengalaman, alam akan mendapatkan perlindungan nyata,” ujar Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, dalam keterangan tertulisnya di Tabanan.
Ia menambahkan bahwa pariwisata masa depan harus berjalan selaras dengan alam serta memberi manfaat tanpa mengeksploitasi.
Sejumlah flora langka yang kini mulai dikonservasi di kawasan tersebut antara lain:
- Majegau Bali, kayu asli Bali yang sering digunakan dalam kegiatan adat namun kini makin sulit ditemukan.
- Cendana (Sandalwood), flora bernilai sakral yang memiliki aroma khas dan bernilai ekonomi tinggi.
- Randu Alas, pohon berbunga merah dengan serat seperti sutra, dulu tumbuh subur di sekitar pura.
Magic Garden digagas menjadi laboratorium hidup—sebuah ruang yang mempertemukan manusia dan alam melalui edukasi, teknologi, serta seni. Kehadirannya diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pariwisata berkelanjutan dapat diwujudkan.
“Sebagaimana tukang kebun menjaga setiap sudut kebunnya, kami di Magic Garden merawat keseluruhan ekosistem Nuanu Creative City. Merupakan kehormatan bagi kami untuk memberi rumah bagi flora-flora langka ini", ungkap Komang Sri Junisabtika, Magic Garden Venue Manager.
Dengan perpaduan unsur alam, seni, budaya, dan teknologi, Nuanu Creative City mengembangkan lebih dari sekadar destinasi wisata, namun ruang inspirasi yang menghidupkan kembali hubungan manusia dengan alam.
Mulai pertengahan 2026, pengunjung dapat menjelajahi Magic Garden ditemani para ahli dan menyaksikan langsung keajaiban flora Bali yang nyaris hilang dari sejarah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5865 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4609 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2578 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2219 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2200 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan