Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Putin Ungkap Tetap Bikin Ukraina Target Eksperimen Rudal Hipersonik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut akan tetap melanjutkan eksperimen rudal balistik dan hipersonik ke Ukraina.
Rusia menguji coba rudal hipersonik tersebut ke wilayah Ukraina, pada Kamis (21/11), menandai babak baru dalam konflik antara kedua negara. Penembakan rudal tersebut dilakukan setelah Gedung Putih mengizinkan Ukraina untuk menembakkan rudal jarak jauhnya ke Rusia.
Dalam sebuah pertemuan dengan pimpinan kementerian pertahanan Rusia, Putin mengklaim bahwa rudal tersebut tidak dapat dicegat oleh pertahanan udara. Ia juga mengatakan Rusia akan memulai produksi massal senjata barunya ini.
"Saat ini tidak ada cara untuk melawan rudal semacam itu, tidak ada cara untuk mencegatnya, di dunia. Dan saya akan menekankan sekali lagi: Kami akan terus menguji sistem terbaru," kata Putin, dikutip dari CNN.
Putin juga menyebut Rusia sedang mengembangkan beberapa sistem persenjataan serupa yang akan diuji coba lebih lanjut.
"Berdasarkan hasil uji coba, senjata-senjata ini juga akan mulai diproduksi. Artinya, kami sedang mengembangkan seluruh lini sistem jarak menengah dan jarak pendek," katanya.
Lebih lanjut, pernyataan Putin ini muncul sehari setelah Rusia menembakkan rudal "Oreshnik" ke kota Dnipro, Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengutuk serangan tersebut, dan mengatakan dalam sebuah video yang diposting di Telegram bahwa "hari ini, tetangga kita yang gila itu sekali lagi menunjukkan siapa dia sebenarnya dan bagaimana dia merendahkan martabat, kebebasan, dan kehidupan manusia pada umumnya."
Zelensky mengatakan pada Jumat (22/11), Ukraina mengadakan pertemuan dengan para sekutunya untuk mengembangkan "sistem pertahanan udara yang baru" untuk menanggapi ancaman baru dari Rusia.
Terpisah, dua pejabat AS dan seorang pejabat Barat mengatakan rudal balistik "eksperimental" tersebut membawa beberapa hulu ledak, yang mungkin merupakan pertama kalinya senjata semacam itu digunakan dalam perang.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, yang merupakan sekutu penting Ukraina, mengatakan konflik ini "memasuki tahap yang menentukan."
NATO dan Ukraina dijadwalkan akan melakukan pembicaraan pekan depan setelah adanya penembakan rudal eksperimental oleh Rusia tersebut. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan