Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Rara Pawang Hujan Turut Kawal Laga Pamungkas Bali United
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Mbak Rara pawang hujan Mandalika ternyata juga turut mengawal puncak pertandingan BRI Liga 1 saat Bali United FC tengah berlaga.
Melalui beberapa unggahan di Instagram miliknya @rara_cahayatarotindigo, ia mengabadikan momen dan mengenang pengalamannya dalam caption postingan yang diunggahnya pada Jumat (1/4/2022).
Bukan sebatas menghalau hujan, tugas Rara malam itu menggunakan energi spiritual melik untuk menghindari adanya aksi pukul.
Lantaran fans Bali United FC sempat menolak keinginan manajemen untuk mengarak trofi ke tempat nobar yang diselenggarakan Bupati Gianyar.
"Uniknya singing bowl berbunyi kencang, langkahku terhenti saat ada arah belok memutar balik agar bus Bali United pulang, mengingat arah jalan menuju nobar itu jauh," tulis Rara dalam caption salah satu unggahan instagramnya.
Rara sempat mengaku tidak kuat karena sangat letih, namun ia mengaku senang dan bersyukur pertandingan berlangsung cerah.
"Mau pakai badan Melik ya masih bisa hanya badan bisa lelah sekali. Rara udah berdoa dari H-1 pertandingan minta cerah kepada Tuhan," katanya.
Beredar juga video dimana Rara hadir di Stadion Dipta Gianyar Bali pada postingan Instagram @infobali1 tengah mengawal agar langit tetap terang.
Berbeda dengan kondisi awan yang diprediksi BMKG bahwa hari itu hujan akan diperkirakan turun lebat. Bali United FC pun akhirnya sukses pulang membawa kemenangan dalam pertandingan puncak BRI Liga 1. (sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 588 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 464 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan