Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Rekonstruksi Kasus ABK Tewas Terbakar di Benoa, 5 Tersangka Peragakan 40 Adegan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Denpasar menggelar rekonstruksi kasus tindak pidana penganiayaan yang menewaskan dua anak buah kapal (ABK) di Jalan Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Senin (11/5/2026).
Dua korban diketahui bernama Egi Ramadan (33) dan Hisam Adnan (27). Dalam rekonstruksi tersebut, lima tersangka yakni Nurdin, Iyan Sopian, Dede Hamzah, Sadat Agusnia, dan Deni Rizaldi turut dihadirkan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Para tersangka terlihat mengenakan baju tahanan warna oranye saat memperagakan rangkaian kejadian di lokasi perkara.
Rekonstruksi dipimpin oleh KBO Reskrim Polresta Denpasar Iptu I Nyoman Wiranata bersama Kanit 1 Satreskrim Polresta Denpasar Iptu I Kadek Astawa Bagia, serta dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Denpasar dan penasihat hukum para tersangka.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa rekonstruksi dilakukan untuk memperjelas rangkaian peristiwa sekaligus melengkapi berkas penyidikan.
"Rekontruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan serta mencocokkan keterangan para tersangka dengan fakta-fakta hasil penyidikan di lapangan," bebernya.
Dalam proses reka ulang, para tersangka memperagakan total 40 adegan penganiayaan terhadap kedua korban. Polisi menyebut tidak ditemukan keterangan baru karena seluruh rangkaian peristiwa telah diakui para tersangka.
Para pelaku dijerat Pasal 468 ayat (2) UU No.1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman berat.
Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan dua jasad terbakar di kawasan Pelabuhan Benoa pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 04.30 WITA. Kedua korban diketahui berasal dari Cirebon dan Semarang.
Hasil penyelidikan mengungkap motif penganiayaan didasari dendam dan emosi para pelaku terhadap korban yang kerap menantang berkelahi melalui video call WhatsApp.
Dalam kondisi mabuk alkohol, para tersangka yang juga sesama ABK melakukan pengeroyokan menggunakan balok kayu, batu, dan tangan kosong. Setelah korban tidak berdaya, para pelaku kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi korban, lalu membakar keduanya menggunakan bensin hingga tewas secara tragis.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 741 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 562 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan