Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ribuan Hewan Dibunuh di Kebun Binatang Eropa
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ribuan binatang disuntik mati di Eropa setiap tahun dengan berbagai alasan. Bahkan ada di antaranya ditembak mati dan dijadikan santapan singa. Seperti dilaporkan Associated Press Jumat (14/2/2014), seekor jerapah berusia 2 tahun ditembak mati dan bangkai jerapah bernama Marius itu dilempar ke kawanan singa dijadikan makan siang. Peristiwa yang terjadi di kebun binatang Copenhagen Ahad (9/2/2014) itu disaksikan para pengunjung, termasuk para bocah.
‘’Nasib Marius tidak seberapa’’ tulis AP. Ribuan lain disuntik mati di Eropa setiap tahunnya, untuk menyelamatkan jenis binatang tertentu. ‘’Bukan menyelamatkan seekor atau dua ekor saja,’’ tutur seorang manajer kebun binatang tanpa disebut namanya. Kelompok ilmuwan kebun binatang enggan mengungkap jumlah hewan yang dibunuh. Namun David Williams Mitchell, jurubicara Asosiasi Kebun binatang dan Aquaria EAZA, memperkirakan jumlahnya sampai 1.735 setiap tahun.
Pembunuhan itu dilakukan karena kondisi kesehatan hewan korban, karena usia tua. Juga karena kurangnya halaman di kebun binatang, selain alasan konservasi lainnya, serta mengurangi populasi hewan tertentu. Marius yang dijadikan santapan singa, dibunuh karena populasi jerapah dinilai mengkhawatirkan. ‘’Tapi kejadian itu hanya 1 persen saja,’’ tutur David Williams Mitchell.
Menurut data EAZA, ada lima ekor jerapah yang dibunuh di Eropa sejak 2005. Selain Marius, kebun binatang Copenhagen juga membantai 20 sampai 30 kambing hutan, antelop dan hewan lainnya. Bahkan dalam waktu dekat ini, Kebun binatang Jyllands Park di Denmark akan membunuh satu jerapah lagi dalam waktu dekat karena kelebihan populasi.
Masyarakat Peduli Perlindungan Hewan Piaraan menyebutkan kebun binatang di seluruh Eropa kelebihan 7.500 hewan. Sebuah kebun binatang di Jerman pekan ini dikabarkan hendak mengirim seekor monyet ke Republik Czech karena beranak terlalu banyak, akibat sering bergaul dengan sesama famili dan keluarga kandungnya.
‘’Salah satu cara pencegahannya, ya jangan kunjungi kebun binatang,’’ ujar Liz Tyson, direktur Masyarakat Peduli Hewan itu.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan