Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Ribuan Perhiasan Perak Disikat Maling
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Ribuan pernak –pernik perak di Art Shop Wayan Nadi’s yang terletak di Banjar Apuan, Singapadu, Sukawati amblas disikat maling, Sabtu (8/11).
Tak ada yang tersisa, semua kerajinan tangan perak habis. Itulah fenomena pencurian yang terjadi di Art Shop milik I Wayan Nadi (33) ini.
Pencuri dengan leluasa mengambil barang yang terbuat dari perak tersebut, setelah mencongkel pintu Jepara bagian depan dengan linggis.
Ketika ditemui pada saat pemeriksaan di Mapolsek Sukawati, Kadek Rai Andika (31), adik korban mengaku kejadian ini baru diketahui pagi hari. Kala itu istri korban, Dewi Lestari (32) hendak mebanten(bersembahyang) di lokasi Art Shop.
Saat itu dirinya terkejut karena art shop-nya porak poranda. Ribuan pernak-pernik yang terbuat dari perak habis disikat maling.
Terkait kejadian ini, pihaknya langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Sukawati. pihak kepolisian kemudian turun ke TKP untuk melakukan pemeriksaan.
Akibatr pencurian ini, pemilik art shop mengalami kerugian senilai Rp 200 Juta. “Kami rugi sekitar 200 Juta,“ jelasnya.
Kapolsek Sukawati, AKP Bima Viyasa seijin Kapolres membenarkan kejadian ini. Kini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih dalam terhadap siapa pelaku pencurinya. “Kami masih melakukan penyelidikan,“ jelasnya singkat.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3119 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2115 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2062 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun