Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Rusia Gempur Donbas Ukraina Timur, Serangan Besar Dimulai
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ukraina menyatakan serangan baru Rusia di Donbas, Ukraina timur telah dimulai menyusul agresi yang masih terus berlanjut. Kabar tersebut diungkap Penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina, Vadym Denysenko, saat wawancara dengan media televisi pada Senin (11/4).
"Dari pengamatan saya serangan besar [di timur ukraina] ini telah dimulai," kata Denysenko.
Ia kemudian berujar," Kami harus memahami ini. Itu tidak akan terulang seperti 24 februari saat serangan udara dan ledakan pertama dimulai dan kami menyatakan 'perang telah dimulai. Serangan besar sesungguhnya telah dimulai."
Pejabat Ukraina dan Barat sebelumnya menyatakan pasukan Rusia telah menyusun ulang strategi untuk menggempur ibu kota Kyiv dan mengambil alih.
"Pasukan Rusia tengah menghitung pasukannya. Mereka terus mengerahkan kembali pasukan dan persenjataan ke wilayah Donetsk dan Luhansk," kata Denysenko.
Donetsk dan Luhansk merupakan wilayah di Ukraina timur yang dikuasai kelompok separatis pro-Moskow.
"Ya, masih belum ada pertempuran besar yang ramai diperbincangkan belakangan ini. Tapi secara umum, kami akan bilang serangan telah dimulai."
Denysenko melaporkan ledakan terjadi di Dnipropetrovsk pada Minggu (10/4) malam waktu setempat. Ledakan juga terjadi di kota terbesar kedua Ukraina, Kharkhiv.
Kepala Militer Distrik Luhansk, Serhii Haidaii, mengatakan otoritas Ukrainia tengah mengatur penambahan jalur evakuasi di Donbas. Kereta evakuasi dari Donetsk dan Luhansk dijadwalkan pada hari ini, Senin (11/4).
Sebelumnya, negara Barat menyatakan Rusia tengah menyusun ulang strategi untuk melakukan serangan baru diUkraina, terutama di wilayah timur. Jika urusan di Ukraina timur sudah selesai pasukan Rusia dilaporkan akan kembali membombardir Kyiv dan mengambil alih.
Beberapa waktu lalu, tentara Rusia juga mengklaim akan fokus di timur Ukraina. Ukraina masih berada dalam gempuran Rusia usai pengumuman invasi ke negara itu pada 24 Februari.
Hari-hari setelah itu, ledakan dan pertempuran terus terjadi hingga menimbulkan korban jiwa. Upaya untuk menghentikan perang sudah mereka tempuh dengan jalur negosiasi. Namun, beberapa kali dialog itu tak menuai hasil signifikan.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4424 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1979 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1509 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 997 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 932 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun