Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Rutin Cuci Darah Dua Kali Seminggu, Warga Gianyar Bersyukur Ditanggung JKN
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan berkelanjutan. Salah satunya dirasakan I Made Tagen, warga Kabupaten Gianyar yang harus menjalani terapi hemodialisa atau cuci darah secara rutin akibat penyakit gagal ginjal.
Sebagai peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas III, Tagen mengaku sangat terbantu karena seluruh biaya pengobatannya ditanggung oleh Program JKN. Saat ini, ia harus menjalani cuci darah sebanyak dua kali setiap minggu untuk mempertahankan kondisi kesehatannya.
“Dari pengalamannya Saya menggunakan JKN ketika berobat, membuat Saya semakin sadar akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan karena sakit bisa datang kapan saja. Dengan menjadi Peserta JKN, Saya merasa sangat beruntung karena dapat mengurangi kerugian finansial yang muncul ketika sakit apalagi bagi Saya yang harus rutin menjalani cuci darah,” ungkap Tagen.
Menurutnya, memiliki perlindungan kesehatan sejak masih dalam kondisi sehat merupakan langkah penting untuk mengantisipasi risiko penyakit yang dapat datang tanpa diduga.
Bagi penderita gagal ginjal, biaya terapi hemodialisa yang harus dilakukan secara berkala dapat menjadi beban finansial yang besar. Karena itu, kehadiran Program JKN dinilai sangat membantu masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa harus terbebani biaya pengobatan.
“Entah darimana saya harus mencari biaya untuk cuci darah jika tidak ada program JKN. Doa dan harapan Saya semoga program ini terus berkesinambungan untuk membantu pengobatan Saya dan peserta lainnya yang membutuhkan, ujar Tagen.
Tagen menilai Program JKN menjadi salah satu bentuk nyata semangat gotong royong di bidang kesehatan. Melalui mekanisme iuran yang dibayarkan peserta, masyarakat yang sehat turut membantu pembiayaan layanan kesehatan bagi peserta yang sedang sakit dan membutuhkan perawatan intensif.
Penyakit gagal ginjal sendiri termasuk dalam kategori penyakit katastropik yang membutuhkan biaya pengobatan tinggi. Namun dengan adanya Program JKN, banyak pasien kini dapat menjalani terapi cuci darah secara rutin tanpa harus mengkhawatirkan biaya pelayanan kesehatan.
“Hanya terima kasih yang bisa saya sampaikan untuk program JKN, semoga kebaikan akan menyertai setiap orang yang telah turut berpartisipasi dalam keberlangsungan program JKN ini,” jelasnya.
Mobile JKN Permudah Akses Layanan
Selain menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN juga terus menghadirkan berbagai inovasi untuk memudahkan peserta dalam mengakses layanan.
Salah satu inovasi tersebut adalah Aplikasi Mobile JKN yang menyediakan beragam fitur, mulai dari informasi kepesertaan, pendaftaran antrean online, konsultasi dokter, perubahan data peserta, skrining riwayat kesehatan, informasi iuran, pengaduan layanan JKN, hingga informasi ketersediaan tempat tidur rumah sakit.
Selain melalui aplikasi, peserta JKN juga dapat memanfaatkan layanan digital lainnya seperti Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA) dan BPJS Kesehatan Care Center 165.
Berbagai layanan digital tersebut dihadirkan untuk meningkatkan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan peserta dalam mengakses layanan Program JKN kapan saja dan di mana saja.
Editor: Redaksi
Reporter: BPJS Klungkung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5971 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2303 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan