Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Sasar Rumah Pemuka Agama, Komplotan Pencuri Ancam Gunakan Parang
BERITABALI.COM, NTB.
Tim Puma Polres Lombok Tengah menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) inisial S alias Capek (43 tahun) warga desa Barejulat kecamatan Jonggat.
Barang yang berhasil diambil pelaku dari korban Fakhruddin (51 tahun), seorang pemuka agama ini diantaranya uang berjumlah Rp36 juta yang ada di dalam tas istri korban, surat-surat penting lainnya, tiga buah HP dan perhiasan emas seberat 101 gram.
Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP I Putu Agus Indra menjelaskan, peristiwa curas terjadi Senin 29 Juni 2020 lalu sekitar pukul 02.30 WITA bertempat di lingkungan Lendang Jangkrik, kelurahan Gerunung, kecamatan Praya. Dimana pelaku diperkirakan berjumlah empat orang.
Dua orang di antaranya melakukan pencurian dengan cara masuk melalui jendela rumah yang kebetulan tidak terkunci. Sedangkan dua orang lagi menunggu di luar rumah korban.
“Korban Fakhruddin (51 tahun) yang merupakan pemuka agama saat itu sempat terbangun dan melihat pelaku sudah berada di kamarnya. Kemudian pelaku mengancam korban menggunakan parang. Sedangkan pelaku yang lain mencari barang berharga yang ada di dalam rumah korban,” terang Kapolsek Putu Agus kepada wartawan, Jumat (14/5).
“Atas kejadian tersebut korban melaporkan ke SPKT Polres Lombok Tengah untuk di proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” jelas Kapolsek Putu Agus.
Adapun Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan yakni satu buah parang dengan sarung kayu warna coklat dan tas warna krim.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 934 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 773 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 590 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 550 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik