Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Satpol PP Gianyar Hanya Macan Ompong
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Jajaran Satpol PP Gianyar dituding tak bernyali mengatasi masalah tower serta menegakkan aturan jalur hijau. Tudingan ini sendiri dilontarkan langsung oleh Yayasan Merah Putih Gianyar, Dewa Ngakan Udiana. “Selama ini anggota Satpol PP hanya peka terhadap penduduk pendatang serta gepeng, sedangkan masalah besar lainnya sama sekali tak tersentuh, bahkan tak bernyali untuk melakukan pembongkaran bagi pelanggar,“ katanya.
Lebih jauh, bukan hanya itu, pihaknya sangat menyayangkan kegiatan Satpol PP belakangan ini hanya berkutat pada Kipem, buntut-buntutnya untuk mencari upeti. “Saya pernah mendapatkan laporan, dari salah satu wanita tukang pijat, dimana sampai kini KTP-nya ditahan, karena dirinya tak bisa memberikan upeti alias dana tebusan, miris saya mendengarnya hanya berani pada rakyat lemah saja,“ ungkapnya.
Sambung Udiana, sampai saat ini dirinya masih melihat banyak pelanggaran jalur hijau, seperti di wilayah Bukit Jati, Gianyar serta di kawasan Lebih, Gianyar. Paling terlihat tower di sebelah Terminal Kebo Iwa, sampai saat ini tak ada pembongkaran. “Sayang, kita punya penegak ketertiban hanya macan ompong, dan tak berani bermasalah,“ kata pria asal Serongga, Gianyar ini.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3900 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3010 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2064 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2034 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1819 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun