Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Satu dari 200 Wanita AS Hamil Walau Masih Perawan
Amerika
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, North Carolina. Sedikitnya satu dari 200 wanita Amerika melahirkan dengan organ tetap perawan. Temuan itu dihasilkan sebuah riset yang dilakukan University of North Carolina di Chapel Hill.
Dalam riset yang hanya dilakukan lewat wawancara itu, wanita dengan status ‘Hamil Perawan’ ternyata jumlahnya dua kali lipat, dibandingkan para wanita yang hamil dalam kondisi suci. Sementara 30% wanita lainya mengaku telah melakukan hubungan seksual. Para orang tua mereka, juga kesulitan mendiskusikan hubungan seks atau alat pencegah kehamilan dengan anak-anak remajanya.
Lalu apakah para wanita itu merasa hamil dalam keadaan masih suci? ‘’Tidak jelas,’’ bunyi riset tersebut. ‘’Banyak wanita yang tidak ingat saat ditanya kapan mereka melakukan hubungan seks dan kapan hamil,’’ kata Profesor Amy H. Herring, salah satu penulis riset tersebut.
‘’Mereka mungkin menyembunyikan hal itu, atau mereka tidak mau mengakuinya,’’ lanjut Amy Herring. Maklum, setiap ditanya hal-hal sensitif mereka cenderung hati-hati. Menurut Amy, banyak wanita yang bingung dengan istilah ‘berhubungan seks’. Sebuah studi di Kanada membuktikan bahwa sejumlah kecil pelajar wanita tidak menganggap ‘orgasme saat berhubungan seks sama halnya dengan bersenggama’.
Di samping itu, studi tadi yang dilakukan Amy dan rekan-rekannya mendeteksi ratusan remaja dan wanita merasa ‘lahir kembali menjadi suci’. Survei yang dilakukan dengan menanyai 7.800 wanita pada 1995 dan dihubungi kembali pada 2008 dan 2009.
Bagaimanapun studi ini memang tidak sungguhan, karena dilakukan sebagai bagian laporan dari terbitan Natal yang diluncurkan Majalah BMJ Journal. Seperti diketahui, kelahiran Yesus dinilai sebagai mukjizat bagi pemeluk agama Kristiani, karena dilahirkan dari rahim seorang perawan bernama Maria.
Riset ini sekaligus dimaksudkan untuk memperingatkan kepada para periset agar berhati-hati bila melakukan survei yang sensitif, karena banyak responden yang berbohong dan tidak bisa dideteksi kejujurannya.
‘’Tapi kami yakin, banyak kejadian perawan yang hamil,’’ tutur Amy Herring kepada Los Angeles Times. (bbn/inilah)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5890 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2231 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan