Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Sayan Point Ubud, Spot Sunset Tersembunyi yang Memikat Wisatawan Dunia
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Di balik ramainya kawasan wisata Ubud, terdapat sebuah destinasi tersembunyi yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan keindahan alam Bali. Tempat tersebut adalah Sayan Point yang berlokasi di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
Berdiri di atas lembah Sungai Ayung, Sayan Point menghadirkan panorama matahari terbenam yang memukau dengan latar hamparan hijau pepohonan serta suasana pedesaan yang masih alami. Destinasi ini kini menjadi salah satu pilihan favorit wisatawan mancanegara yang ingin menikmati sisi lain Ubud yang lebih tenang dan eksklusif.
Menariknya, lokasi yang kini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara itu dulunya hanyalah halaman belakang rumah milik Wayan Sukarma dan keluarganya. Dari lahan sederhana tersebut lahir sebuah tempat bersantai yang kini dikenal luas oleh para pelancong.
Saat memasuki kawasan Sayan Point, pengunjung akan disuguhkan pemandangan lembah Sungai Ayung yang membentang luas. Menjelang sore hari, langit perlahan berubah warna menjadi jingga keemasan, menciptakan suasana romantis yang menjadi daya tarik utama tempat ini.
“Awalnya tempat ini kami bangun pada 2019. Ketika hampir selesai dan mulai beroperasi, justru pandemi Covid-19 datang. Kami harus berjuang selama dua sampai tiga tahun agar usaha ini tetap berjalan,” kenang Sukarma.
Perjalanan mengembangkan Sayan Point tidak selalu mudah. Saat pandemi Covid-19 melanda, sektor pariwisata Bali mengalami tekanan berat akibat minimnya kunjungan wisatawan. Namun, Sukarma memilih bertahan dan terus merawat usahanya hingga sektor pariwisata kembali pulih pada 2023.
Dari yang semula dikenal sebagai “Sunset Point”, kawasan ini kini berkembang menjadi destinasi relaksasi yang menawarkan berbagai fasilitas pendukung. Pengunjung dapat menikmati kolam renang yang menghadap langsung ke lembah Sungai Ayung, restoran dengan pilihan menu internasional, hingga beragam minuman segar dan koktail yang banyak diminati wisatawan asing.
Saat ini sekitar 90 persen pengunjung Sayan Point merupakan wisatawan mancanegara. Mereka datang dari berbagai negara di Asia maupun Barat yang ingin menikmati suasana santai jauh dari hiruk-pikuk pusat Ubud.
Menurut Sukarma, banyak tamu yang kembali datang lebih dari satu kali selama masa liburan mereka di Bali karena terkesan dengan suasana dan pemandangan yang ditawarkan. “Mereka suka suasananya yang santai dan pemandangannya,” ujarnya.

Kesuksesan Sayan Point juga tidak lepas dari pengalaman panjang Sukarma di industri perhotelan. Sebelum membangun usaha sendiri, ia bersama istrinya menghabiskan hampir 20 tahun bekerja di Four Seasons. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal dalam menghadirkan pelayanan yang nyaman bagi para tamu.
Meski dikelola secara sederhana dengan melibatkan lima tenaga kerja lokal, pelayanan dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas utama. Berbagai inovasi juga terus dilakukan, termasuk menghadirkan wahana ayunan atau swing yang sempat menjadi daya tarik wisatawan untuk berfoto dengan latar lembah Sungai Ayung.
Baca juga:
Dari Desa Pelintasan ke Destinasi Wisata Dunia, Desa Keliki Bangkit Berkat PLTS dan TPS3R
Ke depan, Sayan Point akan terus dikembangkan sebagai destinasi relaksasi berbasis alam. Selain menjadi tempat menikmati matahari terbenam, kawasan ini juga dinilai cocok untuk aktivitas yoga dan meditasi pada pagi hari berkat suasananya yang tenang serta udara yang sejuk.
Dengan kombinasi panorama alam, suasana pedesaan, dan sentuhan pelayanan berkelas, Sayan Point menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di Ubud yang layak masuk dalam daftar kunjungan wisatawan saat berlibur di Gianyar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2549 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2017 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1948 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun