Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
SDN 2 Temesi Gianyar Kurang Guru PNS, Banyak Warga Sekolahkan Anak ke Luar Desa
BERITABALI.COM, GIANYAR.
SDN 2 Temesi, Kecamatan Gianyar dinilai kekurangan guru oleh Perbekel Temesi, Ketut Branayoga. Dari jumlah 8 guru, hanya diisi oleh 1 guru PNS. Sisanya hanya Guru Tidak Tetap (GTT) dan Honorer.
"Dari dulu kekurangan guru. Dengan honorer yang lebih banyak, maka dana BOS (bantuan operasional sekolah) tersedot ke gaji. Pendidikan tidak maksimal," ujar Branayoga, Kamis (7/9/2023).
Perbekel mengaku memperoleh aspirasi dari masyarakat yang mengeluhkan kondisi tersebut. "Kebanyakan guru honorer, cara mengajar kelihatan tidak maksimal," ujar dia.
Lantaran dianggap kurang memuaskan, maka banyak warga Temesi justru sekolah ke luar desa. "Bahkan, ada warga kami menyekolahkan anak di luar Temesi," jelasnya.
Atas situasi tersebut, perbekel mengaku sudah berkoordinasi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. "Kami sudah berusaha menghadap kadis pendidikan Gianyar.
Tapi sampai saat ini, tidak ada informasi yang jelas, belum ada jawaban. Padahal masyarakat khususnya di zona SDN 2 Temesi, tiap hari dan tiap saat mereka mengeluh situasi itu (kurang guru)," terang dia.
Harapannya, agar diadakan guru PPPK untuk SDN 2 Temesi. "Diharapkan agar pejabat terkait bisa menjawab. Mohon solusi apa yang harus kami lakukan di desa Temesi," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 690 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 639 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 380 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 322 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun