Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Sebagian Besar Warga Terdampak Banjir di Jembrana Enggan Direlokasi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Warga korban bencana banjir bandang khususnya di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo masih ada yang menolak rencana relokasi.
Salah satunya adalah Sunarti. Pascabanjir bandang pemerintah sudah mensosialisasikan adanya rencana relokasi rumah warga oleh pemerintah. Meski saat ini ancaman banjir sewaktu-waktu bisa saja menerjang kembali. Ia mengaku enggan pindah lantaran rumahnya sudah dihuni bertahun-tahun.
Menurutnya, jika direlokasi dirinya mengaku akan kesulitan beradaptasi di lingkungan yang baru.
"Saya mau disini saja, tidak mau pindah. Soalnya disini sudah lama dan sudah terbiasa, saya takut di tempat baru susah nyari pekerjaan," ujar Sunarti, Senin (21/11/2022).
Terkait adanya penolakan relokasi warga yang terdampak banjir, Perbekel Penyaringan I Made Dresta mengatakan sebagian besar warganya yang menjadi korban banjir menolak untuk direlokasi dengan berbagai alasan.
"Dari 20 Kk warganya yang rumahnya rusak parah, hanya 6 KK yang bersedia direlokasi. Sedangkan sisanya menolak. Pihaknya juga sudah oftimal melakukan sosialisasi ke warga terdampak terkait rencana relokasi, namun tetap ditolak," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan