Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 27 Agustus 2026
Sejumlah Media Korea Dikritik, Setelah Drama 'Snowdrop' Diterima Positif
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Drama korea 'Snowdrop' telah mendapat banyak penilaian negaif diawal penayangan. Hal ini karena sejumlah tuduhan yang diberikan seperti dugaan kontroversi penyimpangan sejarah.
Namun akhirnya serial ini dapat menunjukkan membantah hal tersebt, sehingga yang terjadi kini adalah sebaliknya. Sejumlah media Korea menerima 'serangan balasan' karena terus menulis hal negatif tentang 'Snowdrop'.
Di 2021, sebuah petisi yang dilayangkan untuk memberhentikan penayangan Snowdrop telah melampaui lebih dari 350.000 tanda tangan. Masalahnya menjadi serius karena banyak media berteriak-teriak atas fakta bahwa petisi tersebut telah menerima banyak tanda tangan dan mendukung penayangan diberhentikan.
Media juga membandingkan drama tersebut dengan 'Crash Landing on You' dari tvN yang menikmati kesuksesan box office meskipun faktanya mengeksplorasi tema "dua Korea" namun dengan sentuhan komedi romantis.
'Snowdrop' di sisi lain dipandang sebagai genre "tidak jelas" yang tidak hanya romansa, tetapi juga drama komedi dan dinilai "berat" dalam plotnya. Alhasil, politisi, sponsor, dan publik mulai menghentikan drama dan banyak media berpartisipasi dalam "gerakan boikot" dengan kritik yang tidak semestinya.
Namun, saat drama tersebut ditayangkan, terlepas dari reaksi awalnya, drama tersebut mulai menikmati peningkatan peringkat dan ulasan positif. Hal ini karena ternyata drama tersebut tidak melemahkan gerakan demokratisasi, malah muncul drama yang bertujuan untuk menyampaikan "tragedi zaman".
Pemerintah tidak bisa mulai melarang penayangan drama dengan alasan memutarbalikkan sejarah. Aturan seperti itu sulit ditemukan dalam UU Penyiaran. Hanya setelah musyawarah yang diperbolehkan melalui Komisi Standar Komunikasi Korea.
Namun, karena kasus ini terus terjadi, produser drama terpaksa jatuh ke dalam rawa swasensor yang tidak masuk akal dan kerugiannya ditanggung oleh pemirsa. Untuk menghindari siklus ini, media harus berhati-hati dengan klaim pelarangan penayangan sebuah drama.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4700 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2506 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2146 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1768 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1192 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun