Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 Juli 2026
Sempat Hilang di Gunung Agung, Pelari Goat Run Ditemukan Selamat
Selasa, 29 November 2016,
08:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Pelari yang sempat hilang di lereng Gunung Agung, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Pelari bernama Adrian Kurniawan (24) selamat setelah sempat bertahan satu malam di gunung yang dingin.
"Korban tinggal di Royal Residence, jalan Hayam Huruk, Denpasar. Adrian adalah salah satu pelari Goat Run Seris IV yang dilakukan di lereng Gunung Agung hari Minggu lalu. Namun korban nyasar dan tidak bisa turun sehingga dilakukan pencarian," kata Jeffri, Ketua Panitia Pelaksana Lomba, Senin, dilansir Bali Puspa News.
BACA JUGA:
Adrian diketahui hilang sekitar pukul 20.00 wita hari Minggu lalu. Sekitar pukul 21.00 wita malam dilakukan pencarian oleh panitia bersama dengan komunitas pendaki Gunung Agung. Karena sudah malam pencarian gagal menemukan korban.
Pagi harinya, Adrian mengirim SMS dan juga memberikan imformasi terkait posisinya lewat GPS. Sekitar pukul 09.00 wita pencarian dilakukan tim SAR gabungan dari BPBD Karangasem, Basarnas dan pemendu lokal Besakih. Sementara evaluasi korban sendiri dilakukan lewat jalur Tamukus, diatas Pura Tunggul besi melewati Pura Payasan.
Korban ditemukan pukul 16.00 wita oleh tim pemandu Lokal Besakih. Korban ditemukan pertama kali oleh I Wayan Sudar dan Wayan Darmayasa di sekitar Batu Meregeg, di Tebing lereng selatan Gunung Agung.
“Tim pencari berteriak memanggil manggil korban, dan tiba-tiba ada sahutan yang didengar Sudar,” ujar kordinator pemandu lokal, Jro Mangku Komang Kayun.
BACA JUGA:
- BPKPAB Siap Wujudkan Kawasan Pura Besakih yang Lebih Tertata
- Hindari Polisi, Sawah dan Sungai Pun Dilewati
Korban mengalami luka lecet pada bagian dahi karena terjatuh. Disebutkan juga kalau korban sempat melaporkan kepada panpel jika dirinya terjatuh sekitar pukul 16.00 wita hari Minggu lalu saat perlombaan masih berlangsung.
Namun pihak panpel kurang awas sehingga SMS tersebut baru dibaca pukul 20.00 wita. Sehingga pencarian terlambat dilakukan. Untung saja korban cukup paham mempertahankan diri di ketinggian. Malam harinya korban nampak istirahat. Bahkan HP yang dipergunakan juga dimatikan. Pagi harinya korban baru langsung mengirim kabar lewat SMS.[bpn/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026