Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Senderan Jalan Amblas, Tiga KK Warga Kampung Anyar Karangasem Mengungsi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Senderan jalan amblas, tiga Kepala Keluarga (KK) warga Kampung Anyar, Desa Bukit, Karangasem terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya pada, Sabtu (11/2/2023).
Mereka mengungsi lantaran merasa khawatir jika material tanah dari senderan jalan yang amblas akan menimpa rumah mereka lantaran posisi rumah yang mereka berada lebih rendah dari pada senderan jalan yang amblas.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem, I Putu Eka Putra Tirtana membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, penanganan senderan jalan dengan ketinggian sekitar 6 meter yang jebol tersebut tidak bisa hanya dilakukan dengan pembersihan material namun diperlukan kontruksi juga.
"Kalau itu penanganannya harus kontruksi, tidak bisa hanya dibersihkan saja, ada 3 KK yang tinggal di rumah tetangganya karena merasa khawatir tanah yang amblas akan kena rumahnya," ujar Tirtana.
Terkait dengan warga yang mengungsi tersebut, BPBD Karangasem masih melakukan evaluasi. Meski kondisi rumah yang ditinggalkan sementara itu tidak ada kerusakan namun posisi runah cukup rawan mengingat kondisi tanah di atasnya yang masih labil terlebih curah hujan masih cukup tinggi di wilayah Kabupaten Karangasem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4411 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1893 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1507 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 995 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 927 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun