Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Sisa Unggas Dimusnahkan
Banyubiru
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
flu burungSetelah kemarin berhasil memusnahkan unggas-unggas milik Sutarmen yang berhasil ditangkap, hari ini, Jumat (20/2) petugas kembali memusnahkan unggas-unggas milik Sutarmen yang kemarin belum tertangkap. Sebanyak 28 ekor unggas berhasil dimusnahkan.
Pantauan di lokasi kejadian, Jumat (20/2) petugas penanganan flu burung kecamatan Negara dan kader penanganan flu burung Desa Banyubiru turun tangan dengan memusnahkan puluhan unggas milik Sutarmen. Dengan dipimpin langsung Camat Negara, Ni Wayan Koriani, petugas tampak menembaki unggas-unggas milik Sutarmen.
Awalnya, petugas hanya berhasil memusnahkan 25 ekor ayam saja, lantaran 3 ekor sisanya masih belum ditemukan. Sesaat setelah petugas akan meninggalkan lokasi, Sutarmen kembali melaporkan kalau masih ada 3 ekor ayamnya yang masih belum dimusnahkan. "Saya minta yang tiga ekor itu dimusnahkan juga," pintanya kepada anggota tim.
Mendengar laporan Sutarmen tersebut, tim langsung berbalik dan memburu 3 ekor ayam sisanya. Alhasil, 28 unggas milik Sutarmen berhasil dimusnahkan dengan cara dibakar lalu dikubur. "Saya takut kalau masih ada ayam saya yang tersisa nantinya menular ke keluarga saya. Apalagi setelah di cek, positif flu burung," terangnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3054 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2050 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1826 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun