Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Siswi SD Korban Pelecehan oleh Kepala Sekolah Jadi 20 Orang
BERITABALI.COM, NTB.
Penyelidikan dugaan pelecehan seksual Polres Bima Kota terus dikembangkan. Jumlah korban tersangka HS, oknum Kepala Sekolah (Kepsek) bertambah menjadi 20 anak.
Kanit PPA Polres Bima, Aipda Saiful SH menyebutkan, dari total keseluruhan jumlah korban, tujuh diantaranya menjalani visum.
"Iya, sudah kami visum sebanyak tujuh siswa. Tapi untuk hasilnya tidak bisa kami publish karena privacy korban,” ungkapnya, Sabtu (12/6).
Menurut Saiful, 20 anak mengaku telah jadi korban. Kendati begitu, pihaknya tidak bisa menetapkan semuanya sebagai korban karena harus didukung dengan bukti.
“Ada kemungkinan jumlah korban akan kita kerucutkan kurang dari 20 orang itu, karena melihat bukti-bukti yang ada,” terangnya.
Diketahui, kasus pelecehan yang dilakukan HS terungkap setelah beberapa korbannya mengadukan perbuatan HS terhadap orang tuanya. Para orang tua ini pun melaporkan HS ke Polres Bima.
Modus HS berpura-pura bertanya apakah siswinya memiliki uang jajan atau tidak. Kemudian, HS memeriksa kantong siswa yang kemudian tangannya meraba tubuh dan menyentuh bagian sensitif korban.
Dikonfirmasi secara terpisah, HS membantah telah melakukan pelecehan seksual tersebut. Yang dilakukannya hanya sebatas mencubit pipi siswi-siswinya sebagai tanda sayang guru.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 502 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 368 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 313 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 310 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun