Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Snowden Bocorkan 200.000 Dokumen Rahasia AS
amerika
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Washington. Bos NSA Keith Alexander pantas kesal kepada Edward Snowden. Bekas karyawan kontrakan CIA dan NSA itu setidaknya membocorkan 200.000 dokumen rahasia NSA kepada media.
Menurut Direktur Jenderal NSA pembocoran yang tak diduga-duga itu,berdampak sangat membahayakan bagi NSA maupun Amerika Serikat, tulis RT Online, media Rusia, Minggu (17/11/2013).
Alexander menyebut jumlah dokumen rahasia yang dicuri Snowden itu dalam sesi tanya-jawab pada 31 Oktober yang lalu di Baltimore. Dan transkripnya baru dibuka oleh NSA pada Kamis pekan lalu (14/11/2013).
Alexaander geram dan seperti mau menampar aktivitas Snowden yang disebutnya sama sekali salah dan mengatakan pembocoran itu malah bisa meningkatkan serangan teroris kian meraja lela.
Kita jadi bergantung pada belas kasihan mereka. Jika mereka mendapat dokumen itu, satu atau dua pekan kemudian, bisa menjadi masalah besar, ujar Alexander, sembari menambahkan sangat sulit untuk mencegah keluarnya bocoran data seperti itu.
Snowden menyerahkan dokumen curian itu kepada WikiLeaks. Tapi tak satupun data yang diserahkan kepada WikiLeaks termasuk data Yang Lebih Rahasia. Dokumen-dokumen Snowden cuma masuk kategori Top Secret atau Intelijen Khusus.
Dalam pidatonya, Alexander juga menyinggung NSA merekam lebih dari 70 juta panggilan telepon warga negara Perancis selama 30 hari. Karena takut dinyatakan memata-mati warga sipil Perancis, Alexander bilang penyadapan telepon itu demi mendukung aktivitas NATO. Tapi tak ada data yang dikumpulkan di Perancis, terhadap rakyat Perancis atau warga negara Eropa, katanya.
Koran Le Monde, Perancis, menyebut penyadapan NSA itu bukan sekedar memata-matai teroris, tetapi juga menguping para politisi dan tokoh-tokoh bisnis Perancis.
Bocoran yang dilakukan Snowden itu, menurut Alexander Hampir seperti Perang di Dunia. Ini terkuak saat dokumen Snowden menyebut Washington memata-mati warga negara Uni Eropa dan Kanselir Jerman Angela Merkel.
Sebenarnya Uni Eropa malas berunding dengan AS dan mengancam akan membatalkan perjanjian perdagangan bebas UE-AS yang bernilai US$ 100 miliar setahun. Kesepakatan terakhir menyatakan, perundingan akan diundur selama dua bulan mendatang. Tapi Jerman ngotot supaya larangan penyadapan dimasukkan dalam perjanjian.[bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan